Wew, ternyata sudah 2 bulan lebih tidak melakukan update apapun di blog ini, kangen juga rasanya :x. Selain karena kesibukan yang aneh-aneh (saya juga tidak tahu kenapa bisa sibuk) juga karena tidak ada ide tulisan samasekali (alasan klise).

OK, streaming. Streaming, IMHO secara garis besar artinya kita menghantarkan suatu media (http://en.wikipedia.org/wiki/Streaming_media) dari satu host ke host lain dalam suatu jaringan komputer atau internet. Dalam hal ini marilah kita bicara mengenai video-streaming, hilangkan jauh-jauh pikiran mengenai audio streaming seperti yang telah dilakukan banyak stasiun radio. Oh ya, ada banyak protocol mengenai streaming ini, misalnya RTP, RTSP, RTCP. Saya tidak akan menjelaskan mengenai protocol tadi, karena itu pekerjaan engineer layer aplikasi (dengan kata lain, saya tidak mengerti). Sebagai engineer layer 3 dan 4 (halah), saya lebih suka mengerjakan sisi multicasting daripada streaming itu sendiri :-s.


Alkisah, ada 2 orang buruh dititahkan untuk membuat streaming server untuk kemudian di-implementasikan secara multicasting. Sebut saja namanya Bunga dan Tukul Joko. Joko kebetulan pernah mengerjakan audio-streaming untuk salah satu stasiun radio ternama, yaitu Acme FM di Kota Aksi. Bunga, seorang model cantik dan seksi yang tengah naik daun. Mereka berdua kerap dituding sebagai orang ketiga yang menyebabkan keretakan rumah tangga Mayangsari dan Bambang serta tentu saja lubang di ozon makin meluas karenanya. Tentu saja gosip miring ini tidak benar dan lagi konyol, karena Bunga dan Joko bukanlah orang ketiga, melainkan orang ketiga dan orang keempat.

Kembali ke streaming server. Awalnya Joko ingin menggunakan Media Server, varian dari Windows Server 2003, namun terhalang oleh mahalnya lisensi yang harus dibayar. Tanpa berpikir panjang, akhirnya Joko memilih Debian Etch yang baru dirilis. Kenapa tidak Debby Sahertian seperti biasanya? “Biar keren aja”, jelas Joko.

Selagi menginstal

tag3

Etch, Joko mencari referensi mengenai software streaming yang paling tepat. Kriterianya tak banyak, hanya multi-protocol, multi-codec, multi-user, multi-feature, user-friendly, dan yang paling penting : FREE. Seorang teman, sebut saja namanya Sodikin (siapa pula ini), merekomendasikan Darwin Streaming Server dari Apple.

“Endang Telekom pakai Darwin loh untuk streaming server yang 3G!!”, teriak Sodikin dengan bangga saat Joko meneleponnya pagi itu.
“Tapi Darwin yang free cuma bisa mainin .mov, padahal ozawa-ku semuanya .avi”, kilah Joko.

Teman lain, sebut saja namanya Ani, menyarankan untuk memperbudak VLC. Selain bisa berfungsi sebagai player, VLC juga memenuhi semua kriteria yang diinginkan Joko. “Ini baru enakk!!”, seru Joko kegirangan. Tak pelak lagi, akhirnya Joko menambatkan hati dan perahu cintanya pada VLC.

Instalasi Etch berjalan mulus dan bebas hambatan, namun gratis, tidak seperti jalan tol di Jakarta yang bayar tapi macet. Selanjutnya tinggal memasang VLC

root@codename-GoldenSnitch:~# apt-get install vlc
Reading package lists... Done
Building dependency tree... Done
Suggested packages:
mozilla-plugin-vlc
Recommended packages:
videolan-doc
The following NEW packages will be installed:
vlc
0 upgraded, 1 newly installed, 0 to remove and 10 not upgraded.
Need to get 0B/1142kB of archives.
After unpacking 3256kB of additional disk space will be used.
Selecting previously deselected package vlc.
(Reading database ... 22133 files and directories currently installed.)
Unpacking vlc (from .../vlc_0.8.6.a.debian-6_i386.deb) ...
Setting up vlc (0.8.6.a.debian-6) ...

Simple. Sekarang konfigurasi. Ada banyak sekali antarmuka yang ditawarkan oleh VLC, antara lain antarmuka grafis dengan dunkungan x-window, antarmuka grafis tanpa x-window, antarmuka terminal (ketik-ketik gitu), serta antarmuka HTTP. Demi kepraktisan, mengingat Joko sering pingsan jika berpikir rumit, maka dia gunakan antarmuka HTTP.

root@codename-GoldenSnitch:~# vlc -I http --http-src /usr/share/vlc/http/ --http-host 10.10.10.10:1313
VLC media player 0.8.6a Janus
starting VLC root wrapper... using UID 1002 (joko)
[00000288] main interface: creating httpd

-I adalah parameter antarmuka (interface) -> HTTP
–http-src adalah parameter source-code antarmuka HTTP
–http-host adalah parameter untuk server HTTP lengkap dengan port-nya

Pesan penulis : Jangan tekan Ctrl-C selama VLC masih digunakan, entah untuk konfigurasi atau dalam proses streaming karena dapat menyebabkan kematian pada VLC Anda

Pada perambah dia ketikkan
http://10.10.10.10:1313/vlm.html

Lalu muncul gambar form berikut di perambah Joko

Dia ketikkan “anunya” pada form “Name”, memasukkan parameter input lalu klik “Edit” pada form output. Sebagai percobaan, Joko menggunakan protocol UDP dengan IP Multicast 239.255.255.10 dan port 1234 lalu klik “Ok”. Dengan hati-berdebar-debar Joko klik “Send” setelah kembali ke halaman utama VLM. Tab “Broadcast Elements” seketika membesar, karena kaget dia segera klik “Play” (Joko termasuk makhluk latah). “OK, seharusnya Ozawa-ku sudah online”, ujar Joko. Demikian mudahnya konfigurasi via web sehingga semua fitur VLC dapat di-set dengan cepat.

Pesan Penulis : Fitur transcode pada VLC berfungsi untuk melakukan encoding-on-the-fly. Asik loh :>

Dari PC lain yang berada dalam 1 network, Joko menjalankan VLC Media Player versi Windows (Windows bajakan tak masalah). Open file, klik tab “Network”, lalu mengetikkan 239.255.255.10 pada pilihan UDP/RTP Multicast, klik OK.

Gambar Ozawa ber-mozaik (sensor euy) pun muncul. “Eureka! Aku berhasil Ayah”, seru Joko entah pada siapa.

Layaknya anak kecil yang mendapat mainan baru, Joko pun pamer pada temannya dan men-share IP multicast dari streaming server-nya. Alangkah pedihnya hati Joko saat mengetahui bahwa Ozawa-nya tidak bisa dinikmati dari luar jaringan rumahnya :((

“Ayah….bagaimana ini? Aku ga bisa pamerin mainan ini ke temenku…mereka ga bisa liat…”, tangis Joko.
“Anakku Joko, untuk dapat membawa packet dari ip multicast, kamu butuh IGMP di router”, jelas sang Ayah.
“IGMP? Apa itu Ayah?”
“Ayah sedang buru-buru Joko, coba kamu tanyakan pada Tante Google sana”, Ibu tiba-tiba datang membawakan tas kerja Ayah.
“Ayah berangkat dulu ya” sahut sang Ayah sambil berlalu.

**BERSAMBUNG**

Facebook Comments Box
Streaming – Multicasting

14 thoughts on “Streaming – Multicasting

  • 5 May 2007 at 10.14 pm
    Permalink

    hehehe, sumpah gokil nih cerpen yg berjudul “Video Streaming Tutorial” :) tapi kok bersambung siih ?

    Pas bgt kebetulan aku lg penelitian soal multicasting in video conferencing di kampus, aku ngurusin soal traffic management nya tmn2 yg lain aplikasi nya

    Aku sih pake Vic/Rat, aku cobain di lab mini dikmr kost (2 kompie P2P) Rat bisa jalan, kan toh juga cuman Audio aja, tp Vic nya itu yg gak bisa jalan, gak tau gmn cara nampilin Video nya.

    Oh aku juga pake Fedora 6, jd debian etch memang diperuntukan untuk multimedia ya?

    Purba

  • 6 May 2007 at 10.59 am
    Permalink

    #1 Mas Purba,

    AFAIK, Debian Etch bukan diperuntukkan untuk multimedia deh. Saya pake Debian karena :
    – sangat stable, tidak perlu patch di sana-sini **lirik2 Mandriva**
    – sebagian besar aplikasi bisa diinstall dengan apt-get, tidak perlu berpusing-pusing dengan RPM **lirik2 Fedora**
    – saya tidak perlu tampilan menarik **lirik2 ubuntu**

    Aplikasi multimedia seperti video streaming atau video conference, semua saya percayakan pada VLC. Selain support multicasting, VLC juga mampu menggunakan berbagai macam input stream (file, DVDs, webcams, microphones, etc) dan melakukan transcode (on-the-fly decoding-encoding) dengan sangat baik.

    Coba deh ;)

  • 7 May 2007 at 5.16 am
    Permalink

    oh God, brt aku harus install Debian Etch lg dong? hiks hiks … hmm one questions, knp kok Debian bisa jd so stable? **kata orang sih gt** :p and juga gak perlu patch sana patch sini … kalo emang sebegitu bagusna … knp distro lain gak mencontoh Debian aj?

    Purba

  • 8 May 2007 at 10.18 pm
    Permalink

    Pake Fedora kan juga bisa untuk multimedia streaming, pake distro yang biasa dipake aja biar ngga pusing :p

    Debian itu sangat stable tapi version-release nya lama sekali, antara 2 versi bisa terpaut 2 tahun, tidak seperti distro lain yang bahkan dalam 1 tahun melakukan 3-4 kali rilis. Tentunya dengan rentang waktu yang begitu lama, developers Debian melakukan riset yang lebih mendalam sehingga saat rilis, bugs sudah sangat minimal….begitu

  • 17 June 2007 at 2.30 am
    Permalink

    haha… gokil bener2 gokil cerpen ini.tp menarik dech. oia kebetulan sama, aku juga lagi penelitian tentang videoconference.aku pake ubuntu, kan banyak tuh paket2 vic n rat-nya untuk uBuntu, Berhubung aku pake aplikasi access grid untuk implementasinya.Di saat2 perjalanan melakukan penelitian ini aku bingung neh untuk masalah certificate venue server. coz aku pake hanya untuk local network saja alias point to point. masa kudu minta certificate ke server access grid langsung untuk koneksi local saja.Minta tanggapannya donk???

  • 22 October 2007 at 11.24 am
    Permalink

    mana nih lg sambungannya ??? dah di tunggu2 dr duluuuuuuuuuu :)

  • 26 November 2007 at 5.50 pm
    Permalink

    mas mohon bantuannya
    saya mahasiswa TI yang sedang menghadapi kesulitan mengenai topik skripsi saya yaitu tentang multicasting di dalam video conferencing. yang saya ingin tanyakan adalah, apakah sebaiknya saya juga menggunakan VLC sebagai aplikasi untuk skripsi saya, tolong dijelaskan lebih detail mas alasannya dan keunggulan2. karena tadinya say juga ingin make RAT dan VIC seperti mas purba.dan …kemudian yang saya ingin tanyakan juga, yaitu apakah VLC bisa menampilkan konferensi multiuser, dimana tiap-tiap user bisa melakukan komunikasi 2 arah ( masing-masing user bisa melihat wajah-wajah yang di terlibat di konferensi tersebut ). mohon bantuannya ya mas. terimakasih

  • 9 December 2007 at 11.57 am
    Permalink

    faisal … kamu ini dimana yah?? akudi yogya, pengen nih sharing2 soal multicasting …

    kirim email yah ke ipurba@yahoo.com

  • 24 January 2008 at 9.18 am
    Permalink

    wah bisa kena licence pakek nama joko!!!heheheh.:D.
    Wah feature vlc bisa untuk broarcast berberapa video yang berbeda bersamaan gak?????Kalo bisa gimana ya mas caranya!!!!!!!Plizzzz dech!!!!

  • 25 February 2008 at 8.45 am
    Permalink

    joko tolong cobain sekalin donk untuk penggunaan vlc stream dari video4linux2 :p
    gw nyoba2 masih belum bisa nich

    thanks

  • 26 May 2008 at 11.19 am
    Permalink

    Mohon bantuan dong….
    saya barusan install VLC di Ubuntu 7.10 dan Aplikasi tersebut berjalan lancar.
    setelah ngoprek di setting Interfacenya tiba-tiba dia ndadat. saat di buka tidak mau. saya coba remove dan install kembali, tetep tidak ada perubahan.
    gimana ya… tolong dong yang pernah ngalami hal serupa atau ahlinya, saya di bantu.
    Terima kasih banyak sebelumnya.

  • 31 October 2008 at 9.42 am
    Permalink

    bang seno.. kebetulan gua skripsi tentang video streaming jg… boleh minta bantuan untuk sumbang saran nda?? bisa ngobrol via ym nda?

  • 1 July 2009 at 2.39 pm
    Permalink

    iy nih bang.. gue juga skripsi tntg video streaming.. bisa ngobrol lewat ym tak??

  • 14 March 2010 at 12.50 am
    Permalink

    bang., ini aku dapat tugas akhir yg berjudul ” pembuatan sistem intranet menggunakan VLC untuk kuliah kelas paralel”, disini aku bingung sangat., coz suruh menggunakan OS windows,. bisa bantu?? please aku harap bisa bantu aku,.,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.