Lima tahun sudah usia sepeda motorku, sudah saatnya memperpanjang nomor kendaraan. Prefix nomor kendaraanku bukan B, tapi N. Bukan Malang, melainkan Probolinggo (karesidenan Malang, policy peninggalan Belanda ;)) ). Berdasarkan informasi dari seorang teman yang kebetulan polisi, aku harus melakukan cek fisik di Samsat terdekat, lalu kemudian melakukan pengurusan surat-surat berikutnya di Samsat asal (Probolinggo).


Dari saran seorang teman (lagi), kebetulan Beliau baru saja mengurus pajak tahunan kendaraan bermotor, aku bisa melakukan cek fisik kendaraan bermotor di Samsat Komdak, Jakarta Selatan. Sip deh.

Saat itu tanggal 23 Juni, aku hanya punya sedikit waktu karena tanggal 24 pukul 1300 harus sudah check-in di Bandara Cengkareng. Ya, rencananya aku akan berlibur selama seminggu di kampung halaman. Konon, saat ini pelayanan publik seperti perpanjangan STNKB di DKI Jakarta sudah sedemikian cepatnya, tidak bertele-tele seperti 3 tahun lalu saat aku mengurus sepeda motor lain di Samsat Probolinggo. Jadi tidak ada masalah dengan waktu yang sempit.

Rabu 24 Juni pukul 0800 aku berangkat dengan sepeda motor menuju Samsat Komdak dari tempat tinggalku di daerah Blok M. Walaupun macet, kami (aku dan sepeda motorku) melaju cepat-bagai-kesetanan karena dikejar waktu. Tololnya, di Jl. Gatot Subroto kami melaju terlalu-kencang™ hingga tanpa sadar tiba-tiba di depanku sudah tegak berdiri dengan angkuhnya, sebuah mall. MTA!!!!! Dasar sial, sudah sejauh itu Komdak berlalu meninggalkanku! Setelah musyawarah demi mufakat, kami (aku dan sepeda motorku) memutuskan untuk pergi ke Samsat Pusat di Daan Mogot. #-o

Sekitar pukul 0900 sampailah kami dengan selamat di Samsat Pusat, Dispenda (Dispenda DKI Jakarta?). Ya, memang perjalanan yang melelahkan karena kami beberapa kali salah jalan sehingga sempat melewati daerah perdagangan Roxy dan mampir sebentar di Kantor Perpanjangan SIM dekat SMK Telkom Jakarta (salah masuk dan harus berputar lagi). [-(

Di Kantor Dispenda tersebut tidak ada petunjuk samasekali mengenai bagaimana birokrasi memperpanjang STNKB ataupun di mana tempat cek fisik yang benar. Bahkan mbak-mbak cantik yang katanya akan menjadi guide di Polantas pun tidak nampak samasekali, buyar sudah angan-anganku tentang kantor polisi yang menyenangkan… :((

Satu-satunya petunjuk yang selanjutnya kucari adalah petunjuk tempat parkir. Ghost, ternyata ada juga tanda panah bertuliskan “Parkir Motor” [-o<. Seorang bapak (sepertinya tukang parkir) bertanya dengan penuh harap padaku saat aku memarkir sepeda motor.

“Mau ngurus surat-surat ya?”
“Oh ngga, cuma cek fisik.”
“Sepeda motornya mana? Ini ya?”
“Iya”
“Lho, bawa aja langsung ke loket sana, ngga usah parkir”, ujarnya sambil menunjuk sebuah loket.
“Oh gitu ya”

Langsung saja kami (aku dan sepeda motorku) pergi ke loket yang ditunjuk. Di dekat loket, rupanya ada tanda panah bertuliskan “Kendaraan untuk Cek Fisik” yang dibedakan antara sepeda motor dan mobil. Kamipun masuk ke jalan yang ditunjuk. Di ujung jalan ada beberapa orang sedang mengarsir beberapa bagian mobil, sehingga tidak ada yang mempedulikanku. Pandanganku berkeliling sampai kulihat loket yang ditunjuk si bapak tadi, maka pergilah aku ke sana.

“Pak, saya mau perpanjang STNK. Tapi nomornya bukan nomor…”
“Kalo mau perpanjang STNK, ke sana dulu Dik”, ujarnya sambil menunjuk sebuah gedung, lalu melanjutkan “Di sana Adik urus dulu surat-suratnya, baru nanti ke sini”
“Oh gitu ya”

Kami pun kembali ke parkir sepeda motor, lalu kutinggalkan dia (sepeda motor) sendiri di sana (tempat parkir). Kini aku dengan lebih pede (alurnya sudah jelas) masuk ke gedung yang ditunjuk si bapak tadi, Gedung Dispenda. Sebelum masuk, ada bapak-bapak yang menghadang.

“Sini, tasnya diperiksa dulu”. Aku memang membawa tas, kebetulan sekalian mengembalikan O2 Xphone milik temanku yang aku pinjam beberapa minggu.
“Di dalam ada apa ini, kok bunyi terus (metal detector-nya)”, si bapak memeriksa tasku.
“Oh iya Pak, ada sekotak handphone di dalamnya”, jelasku.
Kesempatan bagus nih, pikirku. Daripada mbulet lebih baik aku bertanya kepadanya.
“Pak, kalo mau cek fisik caranya bagaimana? Motor saya plat nomornya bukan B”
“Motornya sekarang dibawa?”
“Iya, saya parkir di sana”, kataku sambil menunjuk tukang parkir
“Motornya dibawa aja ke loket sana”, jelasnya sambil menunjuk loket yang sebelumnya aku datangi. Si bapak melanjutkan “nanti di sana bilang aja kalo cuma mau cek fisik, nanti surat-suratnya di Samsat asal kan!”.
“Oh gitu ya”

Maka kami (aku dan sepeda motorku) pun kembali ke tempat cek fisik. Setelah bertanya sebentar, 10 menit kemudian berkas cek fisik yang lengkap dengan arsiran nomor mesin dan rangka telah ada di tanganku. Aku pun bergegas pulang dengan hati riang gembira. Pukul 1100 kami sudah sampai di rumah keduaku. Perjalanan pulang sekitar 1 jam, karena aku sempatkan untuk mengembalikan O2 Xphone milik temanku. Dengan basa-basinya, anggaplah 30 menit kami (aku dan temanku) bercengkrama. Tidak, kami (aku dan sepeda motorku) tidak salah jalan lagi, karena keledai bodoh pun takkan jatuh ke lubang yang sama dua kali :>.

Proses di Samsat Probolinggo samasekali tidak memakan waktu, karena aku titipkan langsung ke teman yang kebetulan polisi. Secara aku capek menikmati perjalanan udara dengan AirBus Lion Air yang suspensinya sudah harus pensiun (harusnya “bus” itu sudah pensiun), rasanya sudah ilfil jika harus ke Samsat lagi.

 
Kesimpulan

  • Mbak-mbak cantik yang jadi guide di Samsat itu sangat penting perannya, terutama untuk membantu Seno-Seno lain yang tidak terbiasa dengan birokrasi panjang :x
    *berharap Kapolri ada yang baca blog ini* ;))
  •  
    jangan minta skrinsut, ga ada kamera lagi

    Facebook Comments Box
    Cepatnya Perpanjang STNK

    13 thoughts on “Cepatnya Perpanjang STNK

    • 3 July 2006 at 12.20 pm
      Permalink

      hehe… tapi keledai bodoh ini sebenarnya udah jatuh ke lubang yang sama (lebih dari) dua kali, bayangin aja mau ke Komdak Slipi nyasar ke MTA, mau ke Daan Mogot nyasarnya ke Roxy, mau cek fisik nyasarnya ke ……, mau ketemu mbak-mbak cantik nyasarnya ketemu Bapak Tukang Parkir, mau pake HP O2 nyasarnya pinjam punya temen (ngga nyambung)..
      wakakaka…….

    • 12 July 2006 at 11.08 am
      Permalink

      Iya tho? Blm pernah ngurus STNK sendiri sih, paling cuma cek fisik aja. Jadi pengen tau nih… :D

    • 13 July 2006 at 5.01 pm
      Permalink

      PENGEN JADI DUTA SAMSAT HAH? HAH? HAH?

    • 11 July 2007 at 2.49 pm
      Permalink

      iya…, saya juga sering merasakan
      singkat, cepat, efektif
      bayar pajak cukup 10 menit

    • 24 March 2008 at 2.38 pm
      Permalink

      makasih… saya kebetulan baru nyari tahu bgmana cara check fisik doang.

    • 7 March 2011 at 4.06 pm
      Permalink

      Payah ooiy,,,,ngurus perpanjangan STNK motor saja sampai 5 Jam!!

    • 5 September 2011 at 3.50 pm
      Permalink

      jadi bisa yah, urus cek fisik disamsat mana saja walau plat bukan area kerja samsat tersebut
      makasih untuk share pengalamannnya yah

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.