<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>The Simple Seno &#187; VSAT</title>
	<atom:link href="http://seno.or.id/category/vsat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://seno.or.id</link>
	<description>no plan, just improvise</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Sep 2009 05:06:37 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>MTI&#8217;s Channel</title>
		<link>http://seno.or.id/2007/01/14/mtis-channel/</link>
		<comments>http://seno.or.id/2007/01/14/mtis-channel/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Jan 2007 19:33:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cg0N3</dc:creator>
				<category><![CDATA[VSAT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seno.or.id/2007/01/14/mtis-channel/</guid>
		<description><![CDATA[[...] 
Jadi CF 6335 MHz seharusnya berada di channel 41

Ada kalanya hasil setelah pembagian berupa angka bukan bilangan asli, padahal semua channel di MTI menggunakan bilangan asli. Jika kasus ini terjadi, maka satu-satunya jalan adalah mencari alternatif CF. 

Kenapa ga tanya dari dulu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam 2 bulan terakhir, tepatnya sejak Desember 2006, saya sering ditugaskan untuk memandu crosspole di beberapa site di Nusantara. Kebetulan karena pengguna layanan kami, kebetulan ISP di daerahnya, tidak menginginkan kami untuk mengirim engineer dan teknisi dari Jakarta untuk menangani crosspole secara langsung dengan berbagai alasan. </p>
<p><span id="more-61"></span><br />
Kebetulan (lagi), kebanyakan dari mereka menggunakan <abbr title="Out-Door Unit">ODU</abbr><abbr> buatan Microelectronics Technology, Inc. atau yang biasa disebut dengan <a href="http://www.mti.com.tw/">MTI</a>. ODU merk MTI ini cukup unik, karena kita dihadapkan dengan pemilihan CF untuk transmit (upstream) berupa puluhan kanal-kanal atau <i>channels</i> yang bisa dipilih daripada merk lain yang langsung menampilkan angka frekuensi tengah. Sejauh pengetahuan saya, pemilihan kanal-kanal tersebut didasarkan pada hafalan semata. Ternyata saya salah. Maklumlah, saya tidak pernah melakukan setting ODU secara langsung <del>karena memang itu tidak termasuk dalam <i>job description</i></del> <img src='http://seno.or.id/smilies/yahoo_giggle.gif' alt='&#59;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;&#41;' /></p>
<p>Tiga crosspole terakhir saya dipusingkan dengan teknisi milik pelanggan yang rupanya tidak cukup siap dengan setting kanal ala MTI. Seharusnya penyesuaian kanal ini terdata lengkap di buku petunjuk yang didapat saat membeli produk MTI. Namun, entah mengapa mereka tidak bisa menemukan buku yang dicari. Klik kesana-kemari dengan google tidak banyak membantu. Pun bertanya langsung dengan </abbr><abbr title="return frequency">RF</abbr> engineer yang saya percaya selama ini juga terasa menyiksa karena mereka menyarankan untuk mencarinya di buku manual MTI.</p>
<p>Titik terang itu tiba-tiba muncul malam ini. Iseng-iseng saya menelepon salah satu RF engineer kawakan yang kini entah di mana rimbanya. Ide itu muncul dari Bunga, bukan nama sebenarnya. &#8220;A&#8221;, sang RF engineer berpengalaman itu ternyata merupakan dewa penolong yang dikirimkan Yang Maha Kuasa malam ini. <img src='http://seno.or.id/smilies/yahoo_pray.gif' alt='&#91;&#45;&#111;&#60;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#91;&#45;&#111;&#60;' /></p>
<p>TERNYATA SETTING CHANNEL ADA RUMUSNYA !!!!! <img src='http://seno.or.id/smilies/yahoo_ooooh.gif' alt='&#58;&#45;&#111;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#111;' /> <img src='http://seno.or.id/smilies/yahoo_ooooh.gif' alt='&#58;&#45;&#111;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#111;' /> <img src='http://seno.or.id/smilies/yahoo_ooooh.gif' alt='&#58;&#45;&#111;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#111;' /></p>
<p>Here we are :</p>
<blockquote><p>
channel = ( CF &#8211; 2225 MHz &#8211; 3700 MHz) / 10
</p></blockquote>
<p>Jadi CF 6335 MHz seharusnya berada di channel 41 <img src='http://seno.or.id/smilies/yahoo_mean.gif' alt='&#58;&#62;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#62;' /></p>
<p>Ada kalanya hasil setelah pembagian berupa angka bukan bilangan asli, padahal semua channel di MTI menggunakan bilangan asli. Jika kasus ini terjadi, maka satu-satunya jalan adalah mencari alternatif CF. </p>
<p>Kenapa ga tanya dari dulu <img src='http://seno.or.id/smilies/yahoo_eyeroll.gif' alt='&#56;&#45;&#124;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#56;&#45;&#124;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seno.or.id/2007/01/14/mtis-channel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DVB-RCS &#8211; Perhitungan Frekuensi</title>
		<link>http://seno.or.id/2007/01/07/dvb-rcs-perhitungan-frekuensi/</link>
		<comments>http://seno.or.id/2007/01/07/dvb-rcs-perhitungan-frekuensi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Jan 2007 20:17:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cg0N3</dc:creator>
				<category><![CDATA[VSAT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seno.or.id/2007/01/07/dvb-rcs-perhitungan-frekuensi/</guid>
		<description><![CDATA[

&#160;

Yuk, main-main dengan DVB-RCS! 

Secara garis besar, koneksi internet via satelit yang menggunakan sistem DVB dibagi 2, yaitu DVB-IP dan DVB-RCS. DVB-IP, atau biasa disebut one-way internet connection hanya menyediakan koneksi satu arah, yaitu downstream-only. Selanjutnya upstream biasa menggunakan media lain, misalnya kabel atau radio. Sedangkan DVB-RCS yang biasa disebut two-way internet connection merupakan koneksi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="/images/dvb-rcs.jpg"><img src="/images/dvb-rcs.jpg" width="100%" title="klik untuk memperbesar" alt="DVB RCS"/></a><br />
<br />
&nbsp;<br />
<br />
Yuk, main-main dengan DVB-RCS! </p>
<p><span id="more-60"></span></p>
<p>Secara garis besar, koneksi internet via satelit yang menggunakan sistem <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Digital_Video_Broadcasting">DVB</a> dibagi 2, yaitu <abbr title="DVB - Internet Protocol">DVB-IP</abbr> dan <abbr title="DVB - Return Channel Satellite">DVB-RCS</abbr>. DVB-IP, atau biasa disebut one-way internet connection hanya menyediakan koneksi satu arah, yaitu downstream-only. Selanjutnya upstream biasa menggunakan media lain, misalnya kabel atau radio. Sedangkan DVB-RCS yang biasa disebut two-way internet connection merupakan koneksi dengan upstream dan downstream melalui satelit yang sama. Untuk lebih jelasnya, wikipedia sudah menyediakan sumber informasi yang akurat, misalnya link <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Satellite_modem">ini</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Satellite_internet">ini</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/VSAT">ini</a>, dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Return_Channel_Satellite">ini</a>.</p>
<p>Pada gambar di atas dapat kita lihat konfigurasi DVB-RCS secara garis besar. Tidak rumit kan <img src='http://seno.or.id/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Untuk membedakannya dengan DVB-IP, maka lihatlah gambar di sebelah kanan satelit yang hanya terdiri dari dish (tentu dengan LNB) dan DVB receiver saja. Itulah DVB-IP. Karena perhitungan frekuensi DVB-IP sudah termasuk di dalam DVB-RCS, maka saya hanya ingin membahas DVB-RCS saja.</p>
<p>Pertama-tama, ada baiknya kita menengok ke belakang, tepatnya pada tulisan saya beberapa bulan yang lalu mengenai <a href="/2006/05/16/upstream-frequency-lets-calculate/">Upstream Freq Calculation</a>. OK, saya anggap kita semua telah memahami metode penghitungan frekuensi upstream yang meliputi Modem (tanpa demod) dan <abbr title="Out-Door Unit">ODU</abbr>. Kita tentukan saja, seandainya <b>Tx Freq</b> adalah 6332,625 MHz lalu <abbr title="Center Frequency">CF</abbr> di <b>ODU</b> diset 6325 MHz sehingga <abbr title="Intermediate Frequency">IF</abbr> di <b>Modem</b> menjadi 77.625 MHz. Ups, detailnya lihat rumus di tulisan saya yang <a href="/2006/05/16/upstream-frequency-lets-calculate/">itu</a> yah <img src='http://seno.or.id/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Konfigurasi upstream telah kita kantongi, maka berikutnya kita hitung konfigurasi frekuensi untuk downstream. Saya baru ingat, ternyata rumus penghitungan frekuensi downstream sudah saya tulis beberapa bulan yang lalu, tepatnya waktu saya masih cupu <img src='http://seno.or.id/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#80;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#80;' /> Check this out on <a href="/2006/02/08/dvb-disaster/">DVB Disaster</a>. Dengan asumsi bahwa <b>Tx = Rx = 6332,625 MHz</b>, maka bergantung dari Receiver yang kita gunakan, kita bisa memakai frekuensi 4107,625 MHz  pada DVB-Receiver Pentaval (C-Band) serta frekuensi 1024,375 MHz pada DVB Receiver <a href="http://www.broadlogic.com/">Broadlogic</a> dan <a href="http://www.mjcomms.co.uk/ipricot.htm">Ipricot</a> (L-Band).<br />
<br />
That&#8217;s all folks <img src='http://seno.or.id/smilies/yahoo_party.gif' alt='&#60;&#58;&#45;&#80;' class='wp-smiley' width='38' height='18' title='&#60;&#58;&#45;&#80;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seno.or.id/2007/01/07/dvb-rcs-perhitungan-frekuensi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>57</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Upstream Freq Calculation</title>
		<link>http://seno.or.id/2006/05/16/upstream-frequency-lets-calculate/</link>
		<comments>http://seno.or.id/2006/05/16/upstream-frequency-lets-calculate/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 May 2006 10:38:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cg0N3</dc:creator>
				<category><![CDATA[VSAT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seno.or.id/2006/05/16/upstream-frequency-lets-calculate/</guid>
		<description><![CDATA[Ini posting mengenai VSAT (lagi-lagi). Saya sering diprotes, kenapa postingnya berat-berat. Ada juga yang tanya, kamu ini network engineer atau satellite engineer sih? Ah, bagi saya, siapapun boleh share ilmu apapun. Ilmu itu kan, sekecil apapun harus disebarluaskan .


OK, kita mulai. Firstly, we have to know everything basically. Ya, teori dulu donk, biar tidak bingung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini posting mengenai <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/VSAT">VSAT</a> (lagi-lagi). Saya sering diprotes, kenapa postingnya berat-berat. Ada juga yang tanya, kamu ini network engineer atau satellite engineer sih? Ah, bagi saya, siapapun boleh share ilmu apapun. Ilmu itu kan, sekecil apapun harus disebarluaskan <img src='http://seno.or.id/smilies/yahoo_angel.gif' alt='&#111;&#58;&#45;&#41;' class='wp-smiley' width='30' height='18' title='&#111;&#58;&#45;&#41;' />.<br />
<br />
<span id="more-39"></span><br />
OK, kita mulai. Firstly, we have to know everything basically. Ya, teori dulu <i>donk</i>, biar tidak bingung <img src='http://seno.or.id/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' />.<br />
</p>
<h2>The Typical Theory</h2>
<ul>
<li>Frequency atau frekuensi</li>
<p>adalah ukuran jumlah putaran ulang per peristiwa dalam selang waktu yang diberikan. (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Frekuensi">wikipedia</a>)</p>
<li>Tx Frequency</li>
<p>merupakan frekuensi yang digunakan untuk transmit (uplink) dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Earth_Station">stasiun bumi</a> ke <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Satellite#Artificial_satellites">satelit</a>. Untuk mencegah interferensi, biasanya frekuensi ini dialokasikan berdasarkan bandwidthnya. Jadi, perubahan bandwidth juga diikuti dengan perubahan frekuensi transmit.</p>
<li>ODU Centre Frequency (CF)</li>
<p>merupakan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Centre_frequency">frekuensi tengah</a> yang <abbr title="penulis tidak kompeten dalam hal per-odu-an, harap dimaklumi. Toh, ini bukan artikel ODU">dimasukkan</abbr> ke dalam <a href="http://www.wirelessbrasil.org/wirelessbr/secoes/sec_vsat.html">ODU</a>. <del>Frekuensi ini merupakan angka kelipatan 5 yang dekat dengan tx-frequency. Misalkan tx=6378.8250MHz maka odu cf=6375MHz atau 6380MHz.</del> Frekuensi ini merupakan angka kelipatan 5 yang <abbr title="batas atas dan batas bawah maksimal 15 MHz">dekat</abbr> dengan tx-frequency. Misalkan <code>tx=6378.8250MHz</code> maka odu cf diset angka kelipatan 5 antara <code>6380 - 15 = 6365 MHz</code> dan <code>6375 + 15 = 6390 MHz</code>.</p>
<li>IF Frequency</li>
<p>merupakan tx freq di modem. Modem di sini jangan disamakan dengan modem dial-up atau modem-router adsl. Ini VSAT, kita bicara tentang VSAT, ingat <img src='http://seno.or.id/smilies/yahoo_shame.gif' alt='&#91;&#45;&#120;' class='wp-smiley' width='22' height='18' title='&#91;&#45;&#120;' />.</ul>
<p>Dalam prakteknya, tx freq merupakan kombinasi dari output modem (if freq) dan output ODU (cf). Jadi akan muncul beberapa kombinasi frekuensi antara modem dan ODU, namun hasilnya sama (tx freq). Bingung? Ikuti terus, scroll ke bawah&#8230; <img src='http://seno.or.id/smilies/yahoo_sunglas.gif' alt='&#98;&#45;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#98;&#45;&#41;' /><br />
<br />
OK, selanjutnya kita memasuki inti posting kali ini, <i>the calculation</i>.<br />
</p>
<h2>Mathematical Mind</h2>
<p>
<b>RUMUS [updated]</b> :<br />
<blockquote> d = a + ( b &#8211; c ) </p></blockquote>
<p> dengan ketentuan :</p>
<ul>a = 70 MHz (konstanta)<br />
b = tx frequency<br />
c = odu cf<br />
d = if freq</ul>
<p>
Understood?? No. Ok, you&#8217;ll never know before try it out!<br />
</p>
<h2>Practical Power</h2>
<p>
Tx freq sebagai berikut : <code>6582.9435 MHz</code>, tentukan semua kombinasi if freq dan odu cf yang bisa digunakan!<br />
<br />
batas bawah odu cf <code>6585 - 15 = 6570 MHz</code><br />
batas atas odu cf <code>6580 + 15 = 6595 MHz</code></p>
<ul>
<li><b>PERTAMA</b>, menggunakan odu cf <code>6570 MHz</code></li>
<blockquote><p>if freq = 70 + ( 6582.9435 &#8211; 6570 )<br />
if freq = 82.9435 MHz</p></blockquote>
<p></p>
<li><b>KE-DUA</b>, menggunakan odu cf <code>6575 MHz</code></li>
<blockquote><p>if freq = 70 + ( 6582.9435 &#8211; 6575 )<br />
if freq = 77.9435 MHz</p></blockquote>
<p></p>
<li><b>KE-TIGA</b>, menggunakan odu cf <code>6580 MHz</code></li>
<blockquote><p>if freq = 70 + ( 6582.9435 &#8211; 6580 )<br />
if freq = 72.9435 MHz</p></blockquote>
<p></p>
<li><b>KE-EMPAT</b>, menggunakan odu cf <code>6585 MHz</code></li>
<blockquote><p>if freq = 70 + ( 6582.9435 &#8211; 6585 )<br />
if freq = 67.9435 MHz<br />
</p></blockquote>
<li><b>KE-LIMA</b>, menggunakan odu cf <code>6590 MHz</code></li>
<blockquote><p>if freq = 70 + ( 6582.9435 &#8211; 6590 )<br />
if freq = 62.9435 MHz</p></blockquote>
<p></p>
<li><b>KE-ENAM</b>, menggunakan odu cf <code>6595 MHz</code></li>
<blockquote><p>if freq = 70 + ( 6582.9435 &#8211; 6595 )<br />
if freq = 57.9435 MHz</p></blockquote>
</ul>
<p><del>Di antara keempat kombinasi di atas, biasanya yang bisa digunakan hanya satu. Lebih lanjut, seharusnya VSAT ataupun satellite engineer pasti lebih paham dan dapat menentukan hanya satu kemungkinan saja.</del><br />
<br />
Semua kombinasi di atas itu <b>valid</b>, silakan digunakan salah satunya. Keterangan lebih lanjut hubungi saya. Semoga membantu <del>walau masih membingungkan</del>.<br />
<br />
<b>Update</b><br />
<h7>Banyak yang request, thanks to : <abbr title="Mas Prist yang sudah pergi">DP</abbr>, <abbr title="Pundi Man, yang walau hujan badai, selalu setia datang saat vsat kami down">P-Man</abbr>, <abbr title="Pak July, teman setia DP saat crosspole">SJS</abbr>, dan <abbr title="ngga tau kenapa, DP, KH, DK, dll bilang bahwa dia ini soulmate-ku. Damn.">Mr. Galuego di Napa</abbr>. Tak lupa, makasih buat <abbr title="Mas Fiki, yang tiap hari nagih janji nulis rumus ini, sori aku pelupa">MFM</abbr></h7><br />
<br />
<b>Update 2</b><br />
<h7>Rumus sebelumnya keliru, ini barusan dibenerin <img src='http://seno.or.id/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' />. Terima kasih buanget <abbr title="Jul, teman saat ngantuk bersama kala memandu crosspole">Mas JP</abbr></h7></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seno.or.id/2006/05/16/upstream-frequency-lets-calculate/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DVB Disaster</title>
		<link>http://seno.or.id/2006/02/08/dvb-disaster/</link>
		<comments>http://seno.or.id/2006/02/08/dvb-disaster/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2006 19:32:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cg0N3</dc:creator>
				<category><![CDATA[VSAT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seno.or.id/2006/02/08/dvb-disaster/</guid>
		<description><![CDATA[Halo, ketemu lagi dengan saya, setelah sekian lama kita tak jumpo&#8230;&#8230;..
Hari ini kita akan belajar tentang DVB dan seluk-beluknya. Seharusnya ini akan jadi posting yang menjemukan bagi sebagian besar orang, karena itu saya ucapkan terima kasih bagi yang bersedia membaca lengkap dari awal sampe akhir 

Sore ini saya dengan-amat-sangat-sukses berhasil men-down-kan link backbone salah satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Halo, ketemu lagi dengan saya, setelah sekian lama kita tak jumpo&#8230;&#8230;..<br />
Hari ini kita akan belajar tentang DVB dan seluk-beluknya. Seharusnya ini akan jadi posting yang menjemukan bagi sebagian besar orang, karena itu saya ucapkan terima kasih bagi yang bersedia membaca lengkap dari awal sampe akhir <img src='http://seno.or.id/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#80;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#80;' /><br />
<span id="more-20"></span></p>
<p>Sore ini saya dengan-amat-sangat-sukses berhasil men-down-kan link backbone salah satu <abbr title="Semacam ISP lintas negara -wikipedia-"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Network_access_point">NAP</a></abbr> <strike>ternama di ibukota</strike>. Ngga tanggung-tanggung, tiga kali backbone internasional kami down dalam sekitar 15-20 menit. Waktu itu saya ndak habis pikir, kenapa hal ini bisa terjadi?</p>
<p>Setelah melalui investigasi yang mendalam, akhirnya terkuaklah penyebabnya. Aku salah masukin <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/MAC_address">mac-address</a> di <abbr title="Digital Video Broadcasting"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Satellite_internet">DVB</a></abbr>!!! Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena eh karena, aku salah lihat config permanent mac-address dan assigned mac-address. Oh, such a big stupidity, it make me so shy to meet my <abbr title="Network Operation Center"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Network_Operations_Center">NOC</a></abbr>-mates at the day <img src='http://seno.or.id/smilies/yahoo_sad.gif' alt='&#58;&#40;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#40;' /></p>
<p>OK, untuk mencegah kesalahan berikutnya, harus kita catat baik¬? <strike>di blog yang indah ini</strike>.<br />
&nbsp;<br />
&nbsp;<br />
Pertama¬?, kita persiapkan parameter¬? yang diperlukan :</p>
<ul>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Frequency">frequency</a> (dalam MHz atau GHz)</li>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Intersymbol_interference">symbol rate / baud rate</a> (dalam Ksps atau Msps)</li>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Modulation">modulation</a> </li>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Forward_error_correction">FEC</a> </li>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Throughput">data rate</a> </li>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Polarization">polarization</a> </li>
<li><abbr title="ID dari VSAT provider, digunakan untuk proses routing">PID</abbr> </li>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/MAC_address">assigned mac-address</a> </li>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/IP_address">IP address</a> </li>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Default_gateway">default gateway</a> </li>
</ul>
<p>Selajutnya tinggal kita masukkan semua parameter tersebut ke DVB. Cara meng-config DVB berbeda tergantung pada merk dan jenis DVB, ada yang via web (ipricot, broadlogic), via konsole (broadlogic, pentaval), maupun langsung pada hardwarenya (ipricot yang ada LCD dan tombol¬? config). Selain frequency, semua parameter tinggal dimasukin gitu aja ke DVB. Khusus frequency, kita harus menghitung terlebih dahulu karena setiap DVB berbeda, ada yang pakai <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/L_band">l-band</a> maupun <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/C_band">c-band</a>. Akan kita bahas metode penghitungannya.</p>
<h3><b>Penghitungan Frequency untuk <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Downstream_%28computer_science%29">Downstream</a></b></h3>
<p>Awalnya, kita diberikan satu parameter pita <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Radio_frequency">rf frequency</a> untuk digunakan, misalnya <b>6032,58MHz</b></p>
<ul>
<li>untuk mendapatkan frequency c-band<br />
<b>6032,58MHz &#8211; <abbr title="kontanta">2225</abbr>MHz = 3807,58MHz</b></li>
<li>untuk mendapatkan frequency l-band<br />
<b><abbr title="kontanta">5150</abbr>MHz &#8211; <abbr title="hasil penghitungan freq. l-band">3807,58</abbr>MHz = 1342.42MHz</b></li>
</ul>
<p>Inga&#8217;&#8230;&#8230;inga&#8217;&#8230;&#8230;jangan sampe salah lagi.<br />
&nbsp;<br />
&nbsp;<br />
&nbsp;<br />
PS: Penghitungan frequency <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Upstream_%28computer_science%29">upstream</a> akan kita bahas di lain waktu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seno.or.id/2006/02/08/dvb-disaster/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bermalam di Kantor</title>
		<link>http://seno.or.id/2005/12/14/bermalam-di-kantor/</link>
		<comments>http://seno.or.id/2005/12/14/bermalam-di-kantor/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2005 20:26:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cg0N3</dc:creator>
				<category><![CDATA[VSAT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.seno.web.id/2005/12/14/bermalam-di-kantor/</guid>
		<description><![CDATA[Seminggu terakhir dapet jatah ngantor masuk siang melulu nih. Ada enaknya, ada nggaknya. Tapi daripada masuk pagi, saya pilih masuk siang deh. Enaknya, ga perlu bangun pagi , selain itu kalo masuk siang tuh dapet insentif, meskipun kecil tapi cukup menambah&#8230;hehehe  Tapi ga enaknya, kalo ada trouble malam-malam harus tanggung jawab. Bisa-bisa malah sampe [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seminggu terakhir dapet jatah ngantor masuk siang melulu nih. Ada enaknya, ada nggaknya. Tapi daripada masuk pagi, saya pilih masuk siang deh. Enaknya, ga perlu bangun pagi <img src='http://seno.or.id/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' />, selain itu kalo masuk siang tuh dapet insentif, meskipun kecil tapi cukup menambah&#8230;hehehe <img src='http://seno.or.id/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /> Tapi ga enaknya, kalo ada trouble malam-malam harus tanggung jawab. Bisa-bisa malah sampe tidur di kantor, seperti hari ini.</p>
<p>Actually, ini pertama kalinya saya menangani maintenance]<abbr title="Very Small Aperture Terminal">VSAT</abbr> sendirian. Maklumlah, baru 3 bulan kerja di perusahaan <abbr title="Network Access Point, penyedia layanan high-speed internet antar benua">NAP</abbr>. Biasanya sih cuma ikut membantu, tapi sekarang sudah &#8220;harus&#8221; bisa &#8220;ditinggal&#8221; tanpa bantuan dari seniors. Suasananya tentu saja jauh berbeda daripada 3 bulan lalu, sekarang sudah tanpa keringat dingin lagi, hehehe.</p>
<p>Sempat ga fokus juga karena salah satu seniorku, <a href="pristiawan.blogspot.com" target="_blank">Dian</a>, beberapa saat sebelumnya <abbr title="sebenarnya rahasia :D">kasih tahu</abbr> bahwa besok Beliau harus mengikuti tes wawancara di <a href="http://www.siemens.co.id" target="_blank">Siemens Indonesia</a>. Sekadar info, beberapa hari sebelumnya, senior saya yang lain, sebut saja RW <img src='http://seno.or.id/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' />, mengundurkan diri dari tempat kami bekerja karena ada pekerjaan yang lebih menarik di <a href="http://www.kotabekasi.go.id" target="_blank">Bekasi</a>. Kalo dihitung-hitung, sekarang jumlah <abbr title="Network Operation Center, disebut juga technical support, support, network administrator">NOC</abbr> di kantor kami tinggal 5 orang termasuk manager dan supervisor. Kalo <a href="pristiawan.blogspot.com" target="_blank">Mas Dian</a> ini pergi juga, saya ga bisa bayangkan betapa repotnya kami menangani begitu banyak customer. Mungkin angka &#8220;kepergian&#8221; yang cukup tinggi inilah yang menyebabkan pihak manajemen membuat kebijakan dengan mewajibkan karyawan-karyawan baru, termasuk saya, untuk menjalani masa bakti minimal 3 tahun di sini. Saya rasa ga ada salahnya kami bekerja selama minimal 3 tahun di sini, terlebih perusahaan menjediakan fasilitas-fasilitas yang lebih dari cukup dalam kapasitasnya sebagai perusahaan yang sedang berkembang.</p>
<p>Kembali ke masalah maintenance <abbr title="Very Small Aperture Terminal">VSAT</abbr> hari ini. Untuk mencegah terganggunya koneksi di sisi customer, traffic mereka harus dialihkan melalui <abbr title="path/node yang dilalui untuk mencapai node tertentu dengan menggunakan internet protocol">hop</abbr> lain. Kebetulan kami pake <abbr title="Border Gateway Protocol, salah satu metode routing">BGP</abbr> <abbr title="peering dengan lebih dari satu internet exchange">multihoming</abbr>, jadi tinggal di-edit saja <abbr title="informasi routing yang digunakan dalam BGP">route-map</abbr>-nya. Memang sejak beberapa hari yang lalu, <abbr title="sinyal pembawa traffic uplink dari stasiun bumi menuju satelit">transmit carrier</abbr> salah satu <abbr title="biasa disebut antenna VSAT">stasiun bumi</abbr> kami bermasalah. Entah, penyebab secara teknis tentunya <abbr title="Very Small Aperture Terminal">VSAT</abbr>-engineer kami yang lebih tahu. Setelah dicek, rupanya <abbr title="Out Door Unit, komponen pada ujung antenna, untuk memperkuat transmit carrier">ODU</abbr> yang digunakan tidak dapat bekerja dengan semestinya (sedikit rusak), sehingga diputuskan untuk mengganti module <abbr title="Solid State Power Amplifier">SSPA</abbr> pada <abbr title="Out Door Unit, komponen pada ujung antenna, untuk memperkuat transmit carrier">ODU</abbr>. Penggantian ini memakan waktu hampir 1 jam.</p>
<p><img src="/images/odu_diagram.png" title="Gambar Out Door Unit (ODU)"/></p>
<p>Selama proses ini, diperlukan koordinasi yang baik antara engineer di lapangan, <abbr title="Network Operation Center, disebut juga technical support, support, network administrator">NOC</abbr> on-charge, dan pihak di sisi <abbr title="stasiun bumi " central="" yang="" menerima="" carrier="" stasiun="" bumi="" lain="" via="" satelit="" seharusnya="" disebut="" satellite="" teleport="">teleport</abbr> yang mengadakan hubungan <abbr title="saling berbagi koneksi antar ISP, satu sama lain dalam sebuah internet-exchange">peering</abbr>. Kebetulan partner <abbr title="saling berbagi koneksi antar ISP, satu sama lain dalam sebuah internet-exchange">peering</abbr> kami yang satu ini posisinya di Napa Valley, USA sehingga kontak harus dilakukan via <abbr title="Sambungan Langsung Internasional">SLI</abbr>. Seharusnya, untuk mempermudah koordinasi harus dilakukan secara real time. Ini susahnya, soalnya saya sendirian di kantor dengan 3 telepon <abbr title="Private Automatic Branch eXchange">PABX</abbr> tanpa fasilitas conference <img src='http://seno.or.id/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> jadi, ya gitu deh&#8230;</p>
<p>Rupanya keputusan penggantian <abbr title="Out Door Unit, komponen pada ujung antenna, untuk memperkuat transmit carrier">ODU</abbr> dengan <abbr title="Solid State Power Amplifier">SSPA</abbr> tepat sekali. Sesaat setelah <abbr title="Solid State Power Amplifier">SSPA</abbr> terpasang, <abbr title="receive signal-to-noise ratio, ukuran kualitas penerimaan sinyal dan interferensi">Eb/No</abbr> di sisi Napa Valley sebesar 9.1 dB dari yang sebelumnya berkisar 4 dB (Eb/No kurang dari 4 dB sama halnya dengan sinyal transmit stasiun bumi tidak dapat menjangkau stasiun bumi lain atau bahkan tidak diterima satelit sehingga tidak terjalin koneksi samasekali). Untuk mencegah kemungkinan cuaca buruk, seharusnja Eb/No minimal mencapai 10 dB, karenanya kami putuskan untuk meningkatkan power-level di <abbr title="modulator-demodulator, dalam teknologi VSAT digunakan dalam proses data transmitting">modem</abbr> sebanjak 1 dB, hasilnya <abbr title="receive signal-to-noise ratio, ukuran kualitas penerimaan sinyal dan interferensi">Eb/No</abbr> di pihak partner <abbr title="saling berbagi koneksi antar ISP, satu sama lain dalam sebuah internet-exchange">peering</abbr> kami bertengger di angka aman, yaitu sekitar 10 dB.</p>
<p>Dengan ini selesai sudah maintenance <abbr title="Very Small Aperture Terminal">VSAT</abbr> hari ini. Malam semakin menjelang pagi, sudah saatnya tidur <img src='http://seno.or.id/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seno.or.id/2005/12/14/bermalam-di-kantor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
