kala coba uraikan benang kusut
ketika semua gundah kian menyemut
pun terasa jalan terjal kian mengerucut
saat itulah peri datang dari tiap sudut
dahulu hanya sebatas mimpi
melanglang buana dan terus mencari
tak pandang aral menyongsong mentari
pantang menyerah, harus tetap berdiri
untuk melihat, dialah sang peri
yang harus ditemui..
kala tiba tak kuasa menerjang galau
putri impian sungguh sangat memukau
datang dan pergi dalam kilau
untaian nada [...]
[...]Tidak jauh berbeda dengan remaja seumurannya, Andrew juga pernah jatuh cinta, beberapa kali malah. Berbeda dengan remaja seumurannya, cinta Andrew tak pernah terbalas. Sungguh nista. Karenanya, begitu dia mendapati sepucuk surat cinta dari seorang remaji nun jauh di negeri seberang, jantungnya berdegup kencang hingga hampir mati suri akibat kurang oksigen. Sebenarnya sudah berkali-kali Andrew mendapati surat cinta di kotak pos rumahnya, namun baru kali ini surat cinta itu bertuliskan namanya.[...]