Pos Indonesia Jadi ceritanya, kemarin Jumat sore saya mendapat surat panggilan untuk mengambil sebuah kiriman internasional berisi Blackberry di Kantor Pos Jakarta Selatan, Jl. RS Fatmawati No. 10. Tentu saja saya tidak mungkin ke kantor pos hari itu juga karena pastinya jalanan macet, becek, dan ga ada ojeg.

Apalagi mengingat peringatan dari seorang teman :

Seno : “Mungkin ngga ya kalo sore gini ke Kantor Pos?”
Teman : “Jangan, ini hari Jumat.”
Seno : “Lho kenapa?”
Teman : “Pegawainya kalo Jumat pasti dari pagi itu jadwalnya senam. Setelah sholat jumat langsung pulang!”

=)) =)) =))


Ini jujur saya baru dengar. Biasanya kan taunya anekdot bahwa PNS itu kalo senin upacara, lalu absen, setelah itu jam 10 ke pasar, belanja =))

OK, diputuskan ke Jumat kantor pos Sabtu pagi saja, karena berdasarkan info dari calon istri : hari Sabtu Kantor Pos buka setengah hari.

Jadi pagi tadi, berdua dengan bapak-bapak seorang teman, saya pergi meninjau Kantor Pos Jakarta Selatan. Dalam benak kami berdua, bangunan tersebut seharusnya berada di dekat ITC Fatmawati :P Maka kami mulai menyusuri sepanjang jalan Fatmawati. Pandangan kami menyisir nomor bangunan di kanan-kiri Jl. Fatmawati. Sebelah kanan nomor 55, 47, 41, dst. “Oh berarti kanan ganjil, kiri genap!”, seru teman saya tadi. Kami pun berkonsentrasi ke nomor bangunan di kiri jalan. 32, 20, 888, 56, 102…

OMFG!!! Nomornya kacau Bo’! Wah, bisa berabe nih. Setelah debat panjang, akhirnya kami bertanya pada tukang parkir di pinggir jalan.

Teman : “Bang, kantor pos di mana?” (buset, tukang parkirnya sudah aki-aki dipanggil bang)
ParkMan : “Masih jauh, nanti di sebelah kanan ada kantor pos besaaaaaaaaaaar (tangan terentang, sikap renang gaya katak) di depan rumah sakit.” (semangat menjelaskan mungkin karena tiba-tiba merasa kembali muda)

Jadilah kami merutuki nasib sendiri, sudah nyasar muter-muter di Dharmawangsa (off the record), eh ternyata lokasi tujuan jauh dari perkiraan.

Singkat kata, sesampainya di kantor pos, dengan penuh percaya diri mendatangi pak satpam. Sang Satpam dengan sigap menunjuk ke arah dalam kantor pos.

Satpam : “Langsung masuk ke dalam, nanti ada tangga langsung saja turun ke bawah”

Ternyata ruangan yang ditunjukkan satpam tadi merupakan gudang penyimpanan paket-paket. Kami berdua celingukan mendapati ruangan labirin paket-paket tanpa seorang pun petugas di sana. Di pojok atas salah satu dinding terdapat tulisan besar-besar “TEKADKU : Mempercepat waktu tempuh pengiriman pos” (kira-kira begitu, maklum pelupa). Hihihihihi, ga ngerti mesti komentar apa lagi :)) Sang teman tadi iseng berteriak “PERMISI!!” :D Beberapa orang muncul melongokkan kepala, sebelum akhirnya kembali menekuni pekerjaan masing-masing. Ebuset apa-apaan ini?

Iseng kami lanjutkan “sight seeing” di antara tumpukan paket-paket pos, hingga akhirnya berhasil menemukan petugas yang “customer friendly”. Sulitnya bagai mencari jarum di tumpukan jerami. Ckckckckck.

Seno : “Pak, saya mau mengambil paket ini” (menyerahkan surat panggilan)
PosMan : “Oh, ini bisa diambil di loket sana (menunjuk sesuatu). Atau bisa dari luar langsung, kelihatan pintu loketnya nanti. Tapi sekarang sudah ngga bisa Mas, harus nunggu Senin.”
Seno : “Lho kenapa Pak?”
PosMan : “Petugasnya sedang keluar, tidak di tempat”
Teman : “Oh masih keluar ya Pak”
PosMan : “Iya, Senin aja. Petugasnya sekarang lagi kondangan Mas”

:-| :-| :-| :-| :-| :-| :-|

diulang dengan echo :

PETUGASNYA LAGI KONDANGAN……LAGI KONDANGAN…..KONDANGAN……DANGAN…..NGAN…..NGAN

$^%#$%$%^$%^*^*(&@$#%##$##&%#&$#@#@@#!@!!!!!!!!!!!!!

Memang Katrok Pos Indonesia….

 

logo main comot dari detik [-o<

Facebook Comments Box
Pos Indonesia, Kapan Majunya?

8 thoughts on “Pos Indonesia, Kapan Majunya?

  • 8 May 2009 at 3.04 pm
    Permalink

    kondangan kok dari pagi yah?

  • 8 May 2009 at 11.51 pm
    Permalink

    Egen..??

  • 15 May 2009 at 2.13 pm
    Permalink

    laporin aza mas ke KPK ….pencurian waktu kalau engga ke Managernya Bpk Cepe Kusnadi . Kalau ga ada perubahan juga , wah ane angkat tangan deh …kan udah sampai dilaporin ke kepalanya gitu loh

  • 6 August 2009 at 11.02 pm
    Permalink

    Wakaka,.. embeeeer begitulah service POS kita,.. pdhl klo mo dibenahin dia punya smua resource yg bisa bikin jadi raja di negeri sendiri, jangkauanya terutama. Yakin dah gw, klo service semakin bagus, tiki, fedex, dhl,.. bakalan kalah semua,..

  • 1 November 2009 at 10.56 am
    Permalink

    kerja gak kerja diGaji….buat apa capek2 kerja……uch…metal bangsa bisa dilihat disitu…

  • 15 January 2010 at 10.29 pm
    Permalink

    gahahahaa.. sama kayak PLN kemaren gw pengen naekin daya.. hahahann1

  • 8 September 2012 at 4.01 pm
    Permalink

    mending ditutup sekalian buat menghemat anggaran negara

  • 1 December 2012 at 1.06 pm
    Permalink

    Astaga dragon.. Parah ya.. Saya ketemu page ini juga karena putus asa kiriman dari luar negri ngak nyampe2. Jangan sampai deh disikat postman nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.