Indosat Getting Sucks!
Sore tadi, ditemani (calon) istri dan 2 orang (calon) keponakan, saya apply layanan Indosat Broadband 3.5G unlimited di toko Bos Alex. Kenapa tidak langsung ke Galeri Indosat? Aduh, males ngeliat antreannya gitu
Kebutuhan mobile internet saya sebenarnya tidak terlalu tinggi, mengingat sehari-hari 90% kehidupan saya hanya berkisar di 3 tempat : rumah, kantor, dan kampus, yang semuanya difasilitasi dengan akses internet gratis nan kuenceng
Praktis saya hanya butuh 25-50rb per bulannya untuk akses 25-50MB transfer data demi keberlangsungan push-mail dan IM via HTC Blue Angel saat saya sedang berada di tengah kemacetan Jakarta yang semakin menggila kala harus berpindah posisi antara rumah-kantor-kampus.
Namun, akhir-akhir ini seringkali saya harus meeting dengan client di tempat-tempat yang tidak bandwidth-friendly, misalnya di kuburan (emang dukun?) ataupun melakukan perjalanan darat antar-pulau sehingga terpaksa kadang harus mengeluarkan biaya hingga >100rb karena masih mengandalkan paket IM3 GPRS standar dengan HTC Blue Angel sebagai modem. Dengan ini saya rasa kebutuhan akan mobile internet yang affordable sangat mendesak.
Setidaknya ada 5 operator besar yang menawarkan layanan mobile internet berkecepatan tinggi, antara lain Esia dengan Wimode, Telkomsel dengan Flash, XL dengan XL3G-HSDPA, IM2 dengan Broom, dan Indosat dengan Indosat Broadband 3.5G-nya. Maraknya penawaran mobile internet dari banyak operator seharusnya bukan kendala berarti. Misalnya saja XL dan Esia, dipake telp/sms aja sering error, jangankan internetan
. Telkomsel Flash, saya rasa belum waktunya mengeluarkan layanan mobile internet, karena sinyalnya yang terluas tidak didukung dengan bandwidth yang besar (kayaknya). Pilihan tinggal IM2 dan Indosat 3.5G. Keduanya memang “sama-sama” Indosat, tapi karena sama-sama “perang” di segmen yang (menurut saya) sama, jadi saya bedakan.
Kebetulan Indosat baru saja mengeluarkan paket unlimited yang cukup rasional dan (saya rasa) bisa diandalkan karena tentunya tidak terlalu membebani network utilization mereka. Pengalaman 4 tahun ber-GPRS dengan IM3 tanpa kendala berarti samasekali dan SANGAT stabil membuat saya benar-benar sulit berpaling pada yang lain
. Karena memang kebutuhan bandwidth untuk internet bergerak saya tidak terlalu besar, maka saya putuskan untuk memilih paket unlimited yang paling kecil, eqo, dengan harga 100rb++ per bulan.
Begitu datang ke toko Bos Alex, saya cukup mengisi formulir lalu memilih salah satu nomor starter-pack dari daftar yang disediakan. Katanya, layanan langsung aktif saat mengaktifkan kartu, demikian pula dengan billing cycle-nya. Wah, baru kali ini saya nemu layanan pasca-bayar senyaman ini ![]()
Sampai di rumah sekitar pukul 11 malam, saya langsung masukkan CD user guide yang termasuk dalam paket, lalu membaca beris demi baris. Memang sudah kebiasaan dari kecil, baca readme dan EULA sebelum main hajar
.
OK, caranya singkat sekali ternyata. Langkah pertama, saya masukkan USIM Card ke handset Motorola V3X putih pinjeman kantor. Pesan yang muncul di layar : Unregistered SIM. CRAP!!! Pengalaman saya bertahun-tahun dengan ratusan SMS GW di kantor, pesan “unregistered sim” dari layar motorola berarti : Calm dude. You cant use your SIM unless you replace it with the new one. Iseng saya coba tancepin ke HP Nokia 5210 jadul, SIM card error dan ga dapet sinyal. KE GALERI INDOSAT SONO!!!
Sebagai warga negara yang baik, prosedur pertama adalah menghubungi contact center untuk melaporkan kejadian ini. Memang ada kalanya, pihak ybs hanya bisa menenangkan tanpa menyelesaikan masalah, but its better to keep it recorded
.
Berdasarkan keterangan dari user guide, saya harus menghubungi nomer 021-54388888. Tanpa banyak menunggu, telp segera tersambung ke seorang CS di sentra pelayanan layanan Matrix (Indosat pasca-bayar).
“Pak Eno, seharusnya Bapak menghubungi IM2 di 02178546900″ (manggilnya salah pula
)
“Lho, nomer ini bukan nomer pasca-bayar Indosat toh?”
“Nomer Bapak itu dilayani oleh IM2 Pak”
Saya bingung, tapi tak apa, anggap saja iseng telp malam2. Pencet telp ke IM2, oleh Mbak-Mbak penjawab otomatis, saya disuruh memasukkan nomer pelanggan. Berkali-kali salah mulu, untungnya ada menu “lupa dengan nomer pelanggan” ![]()
“Pak Seno, seharusnya Bapak telp ke CS Matrix”
“Lho, saya tadi telp ke CS Matrix, disuruh telp ke sini”
“Bapak tadi telp ke nomer berapa?”
“Saya lupa nomernya, pokoknya ada 5 angka 8 di belakang.”
“Oh salah Pak, harusnya 3 angka 2 di belakang”
“Hah?! Lengkapnya berapa?”
“02154388222 Pak”
“O gitu ya….”
Perlu diketahui, dari kecil saya hampir ga pernah bisa marah/emosi. Kayaknya ada urat emosi yang putus di otak ini. OK, lanjut telp ke nomer yang dikasih Mas CS IM2.
Ngga perlu nunggu lama, sudah nyambung. Ada suara Mbak2 mesin penjawab otomatis.
“Nomer yang Anda tuju, saat ini sedang dalam perbaikan”
![]()
Baca “Tipuan ala Mentari yang mengkhawatirkan..“
Giat bener malem2 maksa konek 3G-nya. Kan di kebagusan lom tentu dapet sinyal , krn yg pasti dapet siyalnya **$!%@*%!#$..**
Tapi..berhubung barusan udah dicoba langsung depan mataku. Ternyata benar kan..aku dapet siyal. Putus nyambung putus nyambung, sinyal terputus susah nyambung
Lumayan cepet tapi rodok larang, lumayan lah lawong cuma email ma chat, cukup Rp.2000 rupiah
Pengalaman yang bikin saya jengkel, ketika saya telepon ke customer service Matrix, dijawab oleh seorang lelaki (saya nyesel juga ga perhatiin nama dia, kalau tau namanya langsung saya beberkan disini), dia pertama tanya “Ini dengan bapak siapa?”. Lalu kedua, dia tanya lagi “Bapak telepon dari mana?” Saya jawab dari luar negeri. terus dia tanya sekali lagi “Bapak telepon dari mana? Jangan mengada-ngada, di caller ID kami nomor bapak 021 bla bla” Lha, memang customer service Indosat peduli apa, mau customer nya telepon dari mana? Mau telepon dari mana juga terserah donk, kok dibilang mengada-ngada. Apa dia ga tau, kalau pake IDD Call dari luar negeri, pasti ada nomor lokal di setiap negara, biar cost telepon nya tidak mahal. Saya telepon dari luar negeri kalau pake IDD Call, pasti nomor nya yg muncul di caller ID bukan nomor luar negeri, tp nomor lokal. Dia kerja di perusahaan telekomunikasi, tapi kaya gini aja ga tau! Saya jadi males lanjutin telepon, langsung saya tutup. Customer service indosat memang sucks!
so … ane harap telkomsel teteb stabil selalu, tagihan pun lancar internetnya pun lancar
(tulisan ini jujur dari pengalaman pribadi & ane juga bukan sales atau pegawai dari salah satu operator diatas. kalau ada hal-hal yang kurang bagus mohon dimaapkan)
http://indoku.org/
mungkin itu CS yang di daerah mana kali yah..
gw di jakarta, di utara tepatnya, lancar2 n asik2 aja.
waktu itu komplain masalah browsing yang tiba2 error, langsung di kasih dns yang baru n langsung lancar..
gw pake produk indosat di daerah manapun ok2 aja & gw dah pke ni produk 8 th
Indosat perbesar bandwidth ke RIM menjadi 100 Mbps
http://4freday.multiply.com/journal/item/7/Indosat_perbesar_bandwidth_ke_RIM_menjadi_100_Mbps
maju terus indosat!!
Jd gimana tuh indosat, loyalitas saya dari sejak zaman sekolah akhirnya berakhir..harus berpaling k operator lain..
Wahai indosat..ingat bahwa perusahaan yg mampu bertahan di zaman skrg adalah perusahaan yg mampu mengkombinasikan antara 3 elemen yaitu kualitas, Cust Service, Pemasaran..nah dari situ akn terdapat kepuaasan konsumen. Kalo cust service kya gt 5-10 Taun jg ancur tuh indosat.