Share Koneksi Internet FastNet
Akhir-akhir ini, kami, yang notabene anak kos, merasakan bahwa bandwidth merupakan kebutuhan yang mendesak untuk dinobatkan sebagai salah satu kebutuhan primer umat manusia. Kebetulan mayoritas penghuni kos di sini merupakan alumni NOC sebuah NAP ternama yang saat ini sedang beralih menjadi perusahaan telekomunikasi yang terbiasa dengan bandwidth yang melimpah-ruah. Kami menyadari, cepat atau lambat sakaw ini pasti akan datang.
Untuk itulah, dalam beberapa minggu terakhir kami mulai membandingkan penawaran-penawaran dari semua provider yang tersedia. Saat awal pencarian, keyword yang digunakan adalah unlimited access (say-no to volume-based) dan bandwidth ke IIX yang maksimal. Belakangan bertambah lagi 1 keyword : pingtime ke IIX. Awalnya memang kami hanya mencari koneksi IIX karena koneksi international bisa lewat proxy di kantor ![]()
Setelah menjalani hari-hari penuh kerutan wajah dan perdebatan sengit untuk menentukan provider yang akan digunakan, akhirnya dipilihlah FastNet dari First Media sebagai tambatan hati. Untuk menghemat biaya, kami pilih paket 768 karena dijanjikan mendapatkan throughput IIX 768kbps dan -yang paling penting- free sewa modem
. Kebetulan kami sudah menyewa layanan TV kabel dari provider yang sama sehingga proses instalasi tidak berbelit. Cukup 2 kali telp CS, pada hari yang dijanjikan bandwidth sudah mengalir ke kontrakan kami di Petogogan, Kebayoran Baru.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa layanan ini hanya diperbolehkan untuk 1 PC, tidak boleh di-share. Entah apa yang menjadi alasan sang penyedia layanan, tapi yang jelas kami semua sudah sepakat bahwa bandwidth adalah hak setiap bangsa. Dan oleh sebab itu, maka penjajahan atas nama bandwidth harus dihapuskan.
Singkat cerita, selama 2 hari pertama, kami share menggunakan ICS bawaan XP dan Internet Sharing di Mac. Ketiadaan infrastruktur yang memadai telah menyebabkan hilangnya kepraktisan dalam berhubungan internet (halah). Pada awal keberadaannya, UTP dari modem masuk ke salah satu laptop lalu di-share via WiFi menggunakan ICS. Sebagai warga ternista di sini, saya hanya memiliki PC tanpa wireless device
sehingga untuk bisa online, saya harus menunggu user lain down (baca : tidur), baru bisa memindahkan kabel UTP dari cable modem. Sungguh nista Saudara-Saudara.
Esoknya saya berinisiatif membeli seperangkat alat sholat dan sepucuk PCI ethernet card tunai. UTP dari cable modem masuk ke eth0, lalu eth1 masuk ke ethernet-hub (pinjaman), share menggunakan ICS. Salah seorang dari kami berhasil membujuk manager warehouse di kantornya, operator seluler terbesar di Indonesia, untuk meminjam wireless hub + built-in DHCP server. Sampai di sini, semuanya terlihat baik-baik saja dan kami semua tertawa bahagia bagai orang epilepsi.
Kerasnya peta persaingan di dunia persilatan selanjutnya membawa kami ke dalam kehancuran. Kami memang bekerja di perusahaan yang berbeda, antara lain vendor, operator, integrator, dan tukang molor. Masalahnya, job description kami semua rata-rata sama : Manager, alias download manager. Hal ini diperparah dengan meluasnya wabah p2p di lingkungan kami yang berlanjut menjadi epidemi massal. Bayangkan, beberapa host di sini mendownload file yang sama dalam jaringan p2p, dengan tracker yang sama! OMFG!!! Akibatnya bisa dibayangkan router, yang juga merupakan PC yang saya gunakan untuk maen game online, MABOK!
Sebagai router manager, jelas PC saya ini yang dikambinghitamkan. #!#!$#$%#@#$#!@%((*&!!!!!
Selanjutnya saya pergi bertapa di bawah pohon durian. Alkisah di tengah pertapaan, seorang bidadari cantik turun ke kepala saya bak durian runtuh. Dari sana akhirnya saya putuskan untuk menggunakan vmware untuk diinstall sebuah router. PC saya cukup digunakan maen game saja tanpa memikirkan routing. Sampai di sini terjadi perdebatan sengit karena ada 3 kubu yang saling bertentangan di kontrakan kami. Kubu pertama, Juniwel Juniper yang dimotori Sang Obsesi Integrator. Kubu kedua didukung penuh oleh Cisco sebagai router utama sebuah NAP ternama, walaupun hanya sebongkah router bekas bantingan. Kubu ketiga terdiri dari orang-orang aneh yang menganggap serius bualan ini. ![]()
OK, kita mulai. Pertama, install vmware. Kedua, install debian di vmware, dilengkapi dengan 2 ethernet virtual yang bridged ke salah satu ethernet (ethernet yang baru dibeli jadi mubazir). Ketiga, compile kernel. ![]()
Setelah instalasi base system debian, kemudian login root lalu set MAC address eth0 di debian agar bisa diterima oleh cable modem.
seno@debby:~$ sudo bash
root@debby:~# ifconfig eth0 down
root@debby:~# ifconfig eth0 hw ether 00:11:09:c0:aa:aa
Set eth1 di debian dengan IP private sebagai gateway LAN (edit /etc/network/interfaces)
iface eth1 inet static
address 192.168.0.1
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.0.255
dns-nameservers 202.43.160.50
Restart service networking
root@debby:~# /etc/init.d/networking restart
Reconfiguring network interfaces...There is already a pid file /var/run/dhclient.eth0.pid with pid 1672
killed old client process, removed PID file
Internet Systems Consortium DHCP Client V3.0.4
Copyright 2004-2006 Internet Systems Consortium.
All rights reserved.
For info, please visit http://www.isc.org/sw/dhcp/
Listening on LPF/eth0/00:11:09:c0:aa:aa
Sending on LPF/eth0/00:11:09:c0:aa:aa
Sending on Socket/fallback
DHCPRELEASE on eth0 to 10.255.9.23 port 67
send_packet: Network is unreachable
send_packet: please consult README file regarding broadcast address.
Internet Systems Consortium DHCP Client V3.0.4
Copyright 2004-2006 Internet Systems Consortium.
All rights reserved.
For info, please visit http://www.isc.org/sw/dhcp/
Listening on LPF/eth0/00:11:09:c0:aa:aa
Sending on LPF/eth0/00:11:09:c0:aa:aa
Sending on Socket/fallback
DHCPDISCOVER on eth0 to 255.255.255.255 port 67 interval 4
ip length 332 disagrees with bytes received 336.
accepting packet with data after udp payload.
DHCPOFFER from 10.16.40.1
DHCPREQUEST on eth0 to 255.255.255.255 port 67
ip length 332 disagrees with bytes received 336.
accepting packet with data after udp payload.
DHCPACK from 10.16.40.1
bound to 61.247.x.xx -- renewal in 12696 seconds.
done.
Aktifkan ip forwarding.
root@debby:~# echo "1" > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
Bikin NAT dengan iptables.
root@debby:~# iptables -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.0.0/24 -o eth0 -j SNAT --to 61.247.x.xx
Selesai. Sekarang semua host, termasuk PC saya tinggal pasang IP private dengan gateway eth1 debian ![]()
Tak lupa masukkan script ganti MAC addr, packet forwarding, dan iptables agar di-load saat startup debian.
Tapi neraka itu belum juga pergi. Hanya bertahan 3 hari, Windows di PC ini terkena serangan virus brutal yang menyerang semua file di memory, termasuk vmware
![]()
Akhirnya, sejak kemarin (tadi) sore, PC beralih menggunakan hackintosh dengan debian terinstall via Parallels Desktop. Trus gimana caranya maen game kalo begini?
![]()
Ini foto NOC dadakan di kontrakan kami ![]()

sampinge dispenser pisan
ati2…
kecipratan banyu thithik bledak
**tendang fakir benwit**
@Deden
Den, sekarang nasib gw sama kayak elu, fakir benwit….sakaw euy
beberapa perangkat plus koneksi internasnya..barokah gak yo kuwi……
eh senen iki wireles-e di balekne … wes ditagih sing duwe
kaya mukanya yg bikin,,,hahaha
jangan d masukin dlm hati yaaaa
IP public yang diberikan server DHCP fastnet itu automatically released, jadi tidak bisa diganti sendiri
Mo tanya, saya jg pengguna Fastnet 384 di daerah Kebayoran Baru. Saya ingin tahu, apakah speednya kalo malam hari (hari kerja) dan hari Sabtu dan Minggu. menurun 50%? Soalnya di tempat saya begini keadaannya, sudah laporan ke CS tapi belom ada follow-upnya. Thanks ya.
Seharusnya kita tidak bisa berharap banyak pada koneksi murah seperti ini. Laporan ke CS tentu saja tidak akan mendapat follow-up apapun, karena memang ini kondisi normal. Mungkin memang kapasitas bandwidth pada saat itu sedang penuh.
Sabar saja lah…selama lebih kenceng daripada telkomnet
Tapi saya mungkin cukup beruntung, speed hampir selalu stabil
Saya sudah coba pake router LinkSys dan Asus bisa berhasil.
tapi saat di share make wingate kok gak bisa2??
apa fast net gak bisa kerjasama ama wingate buat sharing??
Sekarang harga router sendiri berapa? Kalo bisa gratis, kenapa ngga?
# Mas/Mbak Sweetcherry,
Mungkin ada yang salah di konfigurasi pc router atau di wingate
tolong juga tulis router merk n seri apa yang harus gw beli,skalian cara instalasi n settingannya juga y….
kasi jawabannya boleh lewat email..
thanks before…
Tidak perlu diset ulang kok
Saya kan share koneksi internet pake internet connection sharing (ics) bawaan windows xp.. saya dah bisa browse lewat 2 pc. Nah, trus beberapa hari ini (2-3 hari) saya gak browsing..dan begitu saya coba browsing hari ini, saya liat ip nya dah berupa dan pc klien gak bisa ngakses internet sekarang…status di networknya cuman trying to aquire ip address…(lampu networknya blinking)
Apa ada pengaruhnya ya perubahan ip di host computer dengan koneksi di pc klien dalam ics… ??
Trus, kira-kira gimana ya solusinya supaya komputer klien bisa ngakses internet lagi
Thanks sebelumnya.
Kocak tulisannya.. hahah…
Mo nanya,
saya juga pasang fastNet 768 kpbs. Cable modem dikasih pinjam oleh fastNet, SB5120.
Dari cable modem keluar ke komputer nic.
Di komputer terbuka port-port tertentu, misalnya remote desktop.
Saya ngga bisa konek dari luar untuk masuk ke remote desktop komputer (lokal). Gimana supaya bisa?
Trims.
Thanks mas
bylesmana
Itu kemungkinan salah setting di PC client, IP di-set menggunakan DHCP. Solusinya, IP PC client di-set static saja, dengan range 192.168.0.2 – 192.168.0.254.
#Mas dd,
Coba gunakan Dynamic DNS, misalnya solusi gratisan dari http://www.dyndns.com
#Mas Bayu Lesmana,
Solusi yang mudah dan (cukup) murah, bisa menggunakan router wifi misalnya Linksys WRT54G/GL/GS/GC, Corega, dll. Settingnya cukup mudah, ada wizard-nya. Harga < IDR600rb
baru2 ini saya sama sekali tidak bisa connect ke website windows apapun,
termasuk windows.com, msn.com, dst dst.
apakah mungkin windows ngeblok ip address saya?
soalnya begitu pake proxy (www.unblocked.org) langsung jalan.
saya juga pake patch sih, biar windowsnya “palsu tapi asli”
ada yang punya saran?
koneksi kita sama fastnet 768 kbps..
tapi saya mo sharing ama anak2 kost.
biar yg bayarin mereka…
tolong mas seno kirim yah bahan buat sharing inet..
ama cara installnya …saya pake XP sp 2..
buat awal2 ini sih saya cuma sharing buat 2 PC doank..
thanks banget mas seno yg terhormaaaaaaaat grak!!!
Paul Manullang…
sorry salah ketik tadi….
Untuk sharing internet cukup install wingate di server atau kalo gak mau pake server dan lebih praktis pake router.
# Mas Andra,
Pada dasarnya koneksi maksimum bisa unlimited, tergantung kemampuan server internet atau router yang kita pake.
jadi intinya .. ada 2 PC : laptop , komputer .. , cable modem (FastNet) .
trus.. gw mw Koneksiin smwa PC gw lwt cable modem itu .. bisa ga?
dan kalo bisa , gimana caranya?? please ..
kirimin ke email gw…
pliiiiiiiiiiiiiiiiiiissssssssssssssssssssss bgtttttttttttttttttttttttttt…………
rundk_drummerti@yahoo.com
=[
heheheh…384X-3000X