Pada suatu hari yang cerah….. (halah) #-o

Alkisah seorang remaja belasan tahun jatuh cinta pada seorang remaji. Mereka saling mencinta sejak lulus SD, hingga kini beranjak gede. Jemari Tejo mulai piknik dari wajah sampai lutut Surti. Apa mau dikata, terdapat perbedaan besar di antara mereka. Perbedaan yang sangat mendasar, sangat jauh, bagaikan bumi dan langit. Sang Remaja berjenis kelamin laki-laki, dan remaji berjenis kelamin perempuan…..(perbedaan yang sangat besar kan!)


Sebut saja namanya Andrew, 28 tahun, perjaka dari Dismal Kingdom, mahasiswa University of Copper. Sebagai putra seorang blacksmith kerajaan, hidup Andre sungguh beruntung. Pendidikannya dibiayai oleh kerajaan selama seumur hidup karena tidak lulus-lulus, asupan gizi sangat mencukupi karena bekerja paruh waktu di Pusat Riset Bahan Makanan Kerajaan Dismal, dan yang paling penting : dipakai oleh pria, disukai wanita (wanita lansia).

Tidak jauh berbeda dengan remaja seumurannya, Andrew juga pernah jatuh cinta, beberapa kali malah. Berbeda dengan remaja seumurannya, cinta Andrew tak pernah terbalas. Sungguh nista. Karenanya, begitu dia mendapati sepucuk surat cinta dari seorang remaji nun jauh di negeri seberang, jantungnya berdegup kencang hingga hampir mati suri akibat kurang oksigen. Sebenarnya sudah berkali-kali Andrew mendapati surat cinta di kotak pos rumahnya, namun baru kali ini surat cinta itu bertuliskan namanya. Disaster!! Outstanding!!

Teruntuk :
Andrew Suryapraja
Jl. Putar Balik No 3030 (Ganol-Ganol)
South Village – Dismal Kingdom

Dari :
Jennifer Puspita
Jl. Makadam No 5711 (Maju Satu-Satu)
Roof District – Republic of Fragrant

Jennifer Puspita. Belakangan ini wajah si Pus selalu terbayang dalam angannya. Terbayang bersama wajah puluhan gadis lainnya, tentu saja. Gadis ini cukup menarik, cantik, dan…

“Pasti badannya bagus”, pikiran jorok Andrew mulai kambuh.

Andrew, pernahkah kamu memikirkanku? Entah mengapa, rasa rindu ini semakin menjadi-jadi saat kuingat dirimu. Semakin hari semakin cinta, semakin hari semakin rindu. Semakin dalam perasaan kasih dan sayangku kepada kamu….

“Sepertinya ini lirik lagu….apa ya?”, Andrew berpikir keras, ditambahkan pikiran jorok 1 sendok makan.

Aku ingin kau menemuiku secepatnya sebelum rindu ini membunuhku…..

Salam Rindu,
J. Puspita

Seumur-umur, mereka berdua baru 2 kali bertemu. Tepatnya sekitar 27 jam jika diakumulasi. Pertama kali saat ujian masuk University of Copper, kebetulan mereka tidur di kamar hotel yang sama, Kiss Hotel. Kesempatan kedua datang saat si Pus mengunjungi kakak perempuannya yang kebetulan merupakan tetangga Andrew di Dismal Kingdom. Pertemuan kedua inilah yang makin mendekatkan hati mereka berdua.

“Dia merindukanku….”, isak Andrew. Kini ramuan pikiran jorok sudah ditambahkan 3 kaleng ingus dan 2 gelas air mata.

Bagi Andrew, ini kesempatan langka. Kapan lagi ada remaji yang begitu jujur mengatakan cintanya? Selama ini remaji-remaji dambaan hati Andrew tidak pernah jujur bahwa mereka sebenarnya menyukai Andrew. Paling tidak, begitulah asumsi Andrew, remaja 28 tahun yang masih belum juga lulus dari University of Copper.

Dengan tergesa-gesa Andrew mempersiapkan segala perbekalan untuk merantau ke tempat si Pus, Republic of Fragrant. Sebagai informasi, jarak terdekat kedua negara (jika ditarik 1 garis lurus) adalah 100an kilometer. Namun karena pengurusan visa dan segala kebutuhan administrasi sangat birokratis, maka total perjalanan yang harus dijalani Andrew berlipat ganda menjadi 450 belum termasuk PPN, biaya packing, dan ongkos kirim.

Perjalanan berat rupanya bukan halangan bagi Andrew. Dia sadar, perjuangan keras akan membuahkan hasil yang memuaskan. Paling tidak, dia sudah berhasil membuat 1 remaji membalas cintanya, setelah ratusan penolakan dari remaji lainnya.

Andrew pergi ke tempat si Pus dengan mengendarai motor kesayangannya. Dia bersyukur telah berhasil sampai di tempat si Pus walaupun kini wajahnya makin brutal setelah melalui 99 halangan dan rintangan serta motornya menggunakan roda segienam akibat ciuman batu jalanan. Si Pus menyambutnya dengan gembira dan mereka berdua “mempelajari” banyak hal baru bersama.

Kini saat pulang kembali ke Dismal Kingdom. Orang bijak berkata : “Men sana in korpore sano” yang dapat diterjemahkan secara brutal menjadi “Kehidupan manusia seperti roda yang berputar, kadang di atas dan kadang di bawah”. Hal ini juga berlaku bagi Andrew. Setelah berada di “atas” saat bersama si Pus, kini perjalanan pulang dilaluinya “di bawah roda”. Dua kali ban motornya meletus saat berada di tengah hutan, dua kali pula motornya mengendarai Andrew (ga bisa jalan sendiri).

Akhirnya Andrew berhasil sampai di Dismal Kingdom dengan wajah gembira (kali ini dia kembali ke “atas”). Dan mereka berdua hidup bahagia selamanya. Happily ever after gitu loh…..
Untuk kamu dan dia, hanya ini yang bisa kupersembahkan di 2 tahun pernikahan kalian. Semoga bahagia, selamanya…. :)
05-05-05 ’till 05-05-07 and forever

Facebook Comments Box
Arjuna Mencari Janda

6 thoughts on “Arjuna Mencari Janda

  • 2 August 2007 at 9.08 am
    Permalink

    huawakakakaakkkaaaak….

    lucu dek…duh..g tahan..*g tahan apa ya..????*

  • 14 September 2007 at 9.04 am
    Permalink

    Byuh….byuhh..mas..ikiy crita nyata to? Andrew kuwi Sampeyan to? Byuh…byuh… :p

  • 14 September 2007 at 4.50 pm
    Permalink

    plok…plok…plok….
    *tepuk tangan ae wes*

  • 18 November 2007 at 5.17 pm
    Permalink

    aku tunggu kisah selanjutnya, 2 tahun, 3 tahun, 4 tahun, 5 tahun who knows

  • 14 April 2008 at 2.39 pm
    Permalink

    Lucu juga tuch…Kreatip bgt.Tapi tuh cerita kyknya msh kurang deh……..Dipanjangin aja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.