SPAM Tapi Newsletter??
Sekitar 3 hari yang lalu, kami mendapat SPAM 3 kali berturut-turut dalam waktu dekat yang sepertinya dikirim dengan BCC dari sebuah ISP mengenai perluasan jaringan mereka di beberapa titik di Jakarta.
SPAM? Ya SPAM. Beginikah metode marketing sebuah premium ISP (begitulah mereka menyebut dirinya sendiri dalam official website-nya) dalam memasarkan produknya? ISP yang telah menghubungkan sekitar 50 titik/50 gedung di Jakarta? Sebegitu tidak-lakunya kah mereka hingga menggunakan cara-cara marketing tanpa memperhatikan lagi sopan santun, adab berinternet, netiket (netiquette)?? Lalu apa bedanya sponsor salah satu tim A1 tersebut dengan pengusaha MLM, jus mengkudu, Anne Ahira, dan lainnya yang menggunakan metode marketing KOTOR bernama SPAMMING??
Saat itu juga kami mengirimkan pemberitahuan kepada hostmaster yang bersangkutan bahwa mereka telah melakukan spamming. Selain itu, kami juga meminta mereka untuk menghentikan kegiatan tersebut.
Tiga hari kemudian, hari ini, sekitar pk 1540 tadi kami mendapat balasan dari customer care ISP tersebut. Saya kutip berikut :
Bapak **** Yang Terhormat,
Terima kasih atas informasi yang Bapak sampaikan.
Sebagai informasi email yang kami kirim bukan merupakan SPAM tetapi
Newsletter ******. Apabila Bapak tidak berkenan dengan email tersebut maka
pada Newsletter berikutnya kami tidak akan mengikutsertakan email Bapak.
Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan.
Salam,
W********i
Customer Care
What the F*ck??
Bukan SPAM tapi Newsletter? Bisakah mereka membedakan mana SPAM mana Newsletter? Kami samasekali tidak merasa pernah mengikuti newsletter dari perusahaan ini, apalagi sama-sama ISP
. Untunglah yang membalas email kami itu seorang customer care, bukan Roy Suryo. Saya bisa maklum, mereka hanya customer care yang merupakan tameng hidup bagi “spammer” di belakangnya. Mereka hanya mampu menjelaskan, atau dengan kata lain, meneruskan informasi dari pihak teknis, pihak atasan, atau pihak terkait lainnya. Mungkin dengan sedikit senyum (sebagai customer care). Dan lagi, mereka bukan Roy Suryo yang selalu berbicara seenak udelnya tanpa mempedulikan fakta, selain OMDO.
Iseng-iseng kemudian saya googling (atau searching? clicking?) dengan keyword “newsletter netiquette”. Ada beberapa yang relevan, contohnya situs ini yang cukup menjelaskan dengan gamblang mengenai netiket menggunakan newsletter. Saya kutip sedikit isinya :
Newsletter Guidelines:1. Obtain Permission: Most Internet users, especially business clients, appreciate being asked before you begin bombarding them with information they may — or may not — need. Always ask for permission to send a newsletter to the recipient’s mailbox!!
2. Don’t Share: Always treat an e-mail address as privileged use. If permission was obtain from the recipient, that permission extends to your organization only. Don’t give it out or share it with others. The permission you received should be treated as a sacred trust between you and the recipient.
3. No Attachments: There are still a great abundance of Internet users that connect via a telephone modem. Throughput connections speeds vary depending on a range of variables. Creators of newsletters should be mindful that unexpected attachments may also be unwanted attachments.
Many e-mail users continue to use the FREE e-mail services from Internet Service Providers (ISPs) that do not include the ability to receive attachments. That means, if you include it as an attachment with your newsletter, they won’t be able to receive it anyway!!
Recommendation: Include a link inside your newsletter to an FTP (File Transfer Protocol) site where readers can download the file themselves. Or, if that isn’t possible or impractical, offer to e-mail the attachment to readers based on individual requests.
Finally, always include information about the attachment. The only thing worse than sending an attachment to someone who doesn’t want it is sending that same attachment to someone who wants it, but is unable to open it!!
Be sure to describe what software was used to create the file, so the recipient will know how to open and read the information you’ve sent to them.
4. Maintain Privacy: In the “old” days when a secretary prepared correspondence and memos, frequently they prepared “extra” copies that were distributed as “Blind Carbon Copies” to selected persons. None of those on the “identified” distribution list knew who the BCC recipients were, but all BCC readers knew who was identified on the distribution list.
Help to maintain privacy and reduce potential spamming opportunities by protecting all recipients. Distribute e-mail newsletters via the BCC method so all recipients have assurance their privacy is a top concern of your organization.
Recommendation: Use the originator’s (your) e-mail address in both the From: and To: lines of your e-mail. Your message will essentially be From: your address and To: your address only.
Leave the Cc: line blank for newsletter distribution operations. List all recipient’s address in the “Bcc:” line ONLY.
5. Create a List: We use a Notepad file to manually identify and maintain all recipient e-mail addresses. This allows us to maintain our strict “anti-spamming policy” and never rely on the services of a list server.
The format is:
Name | CompanyFor example:
I M Grateful | Busy Enterprises [IMG@Bizi.com]
Aku balas email mereka dengan menyertakan kutipan rules di atas. Ya, daripada mereka nantinya tak ada ubahnya dengan pengusaha jus mengkudu. ![]()
![]()
DIE SPAMMER DIE!!!!
Apakah anda mengerti apa itu marketing?
Jangan anda hanya melihat dari sisi spammingnya saja.
Spamming itu merupakan email yang dikirimkan lebih dari 1 kali dengan isi yang sama tanpa adanya perubahan dan informasi yang di sampaikan bukanlah sebuah penawaran secara langsung tetapi lebih kepada informasi.
Apakah anda tidak membutuhkan informasi teknologi yang ada saat ini di Indonesia?
Jika memang tidak ingin di kirimkan silahkan inform tidak perlu adanya comment yang tidak baik terhadap suatu email.
Semoga dengan adanya pemikiran yang negatif dan dapat membuat anda semakin maju dan lebih baik!
#8 Mas Rudy
Apakah yang Anda maksudkan marketing itu adalah “melakukan apa saja agar semua orang mengetahui produk Anda, tanpa mempedulikan norma dan etika”, benar begitu? Saya kok jadi inget iklan jus mengkudu di milis-milis
Owh, jadi informasi teknologi (or whatever) boleh dikirim via SPAM? Waduh, semoga saja Anda bukan admin mail server ya
Sepertinya solusinya mudah ya?
Terima kasih! Itu sudah seharusnya, mari kita saling mengoreksi satu sama lain
Soal masalah dengan ISP bersangkutan, apa hubungannya sih
Ya Maaf
“Soal masalah dengan ISP bersangkutan, apa hubungannya sih
Its’ okay jika Anda merasa Anda benar & tetap berada di garis depan
yang satu A yang satu Z… mana ketemu..
pulsa 20 rb ke nomor simpati aku yang satunya yahh….
I have installed plugins that prevent comment spams, but this won't prevent trackback to be blocked. I've been spam by many
MFA websites that most probably is from the same network with trackback, but they are not linking me on their website. May I
know how do they do it and how do I stop it? Without disabling trackback?
Thanks, and I'm using WordPress.
As newly registered user i only want to say hello to everyone else who uses this forum 8-)