Lagi-lagi tentang kenangan. Akhir-akhir ini aku terserang insomnia. Untuk mengundang kantuk, biasanya aku mendengarkan beberapa lagu secara acak dari n-gage kesayangan. Masalahnya, seringkali lagu yang diputar membangkitkan kenangan, suka-duka. Pikiranku jadi kemana-mana, trus kapan tidurnya???


Mengenang masa lalu, nostalgia, atau napak tilas memang kegiatan yang menyenangkan. Tidak perlu memeras tenaga dan pikiran, cukup dengan mempermainkan perasaan. Perasaan siapa? Ya perasaan kita. Jadi intinya, kita mempermainkan perasaan sendiri. Aneh? Patut dicatat, yang bisa melakukannya memang termasuk manusia langka. Tentu saja menyenangkan, paling tidak bagiku.

By the way, lama tidaknya kita menetap di suatu tempat, tidak menjamin berapa banyak sahabat, orang dekat, atau bahkan kenalan yang bisa kita dapatkan. Mungkin sebagian besar orang merasa, semakin lama kita menetap seharusnya semakin banyak kita mengenal orang. Oh ya? Lima belas tahun aku menghabiskan masa kecil di Probolinggo, sepertinya aku hanya mengalami masa kecil-remaja yang biasa-biasa saja. Sahabat, teman, relasi? Tidak begitu banyak, sedikit bahkan, karena memang aku bukan tipe orang grapyak.

Aku menetap di Malang selama 3 tahun masa SMA. Nomaden tentunya, mengingat aku tipe petualang. Seperti sebelumnya, tetap introvert kecuali kepada orang yang sudah aku kenal baik. Hanya teman yang pernah menjadi classmate-lah aku ber-akrab-ria. Dan seperti biasa, tidak bertahan lama. Bisa dibilang, hanya segelintir yang memberikan kesan mendalam.

Oh ya, aku juga tipe petualang dalam berkelompok, alias gerombolan cowok. Misalnya saja, D-On saat kelas satu, Merah Delima saat kelas dua, dan terakhir ETNIES saat kelas tiga. Jika diperhatikan, setidaknya aku pindah komunitas sekali dalam setahun dan berhubungan dengan faktor classmate tadi. D-On merupakan tim sepak bola kelas kami saat tahun pertama. Beberapa pentolan D-On masih sering bermain bersama beberapa tahun berikutnya. Yang kedua Merah Delima, awalnya muncul dari celetukan salah satu teman kami di kelas 2 yang kemudian berkembang dan meluas dalam organisasi Pas-Q-36B ;)). Dan terakhir ETNIES, entah bagaimana awalnya, yang jelas mayoritas anggotanya merupakan pentolan kelas 1D dan 3C di angkatan kami, cowok dan cewek.

Sekarang soal cewek :>. Sebagian besar cewek yang saya kenal dengan baik, berawal karena faktor classmate. Sebagai contoh, sebut saja namanya Bunga. Ah jangan, nanti malah mirip artikel koran. This is a blog, OK. Jadi, sebut saja inisialnya KR, DK, ML, F, IN, MB, dan … cukup, lainnya menyusul. Hanya inisial? Ya, lebih lengkapnya japri saja :D. Yang pertama KR, kami saling kenal karena kebetulan, di kelas satu, dia duduk tepat di depanku. DK, kami mulai kenal sejak dia tiba-tiba-dengan-penuh-emosi™ melabrakku di depan kelas saat awal kelas satu, yang penyebabnya, hingga kini aku masih belum ngeh. Kalo ML, kami sekelas sejak awal, namun baru saling kenal saat kelas dua, kebetulan kami setim di Annual English Debatting Contest dan juara. Si F, aku mengenalnya secara tidak sengaja lewat SMS. Padahal saat itu, kelas dua, dia duduk beberapa baris di depanku. Kemudian IN, satu angkatan di bawahku. Kami berkenalan -dan langsung akrab- saat kami berdua-satu-meja™ dalam ujian semester saat aku kelas dua. Temanku menyebutnya paradise island, karena saat ujian kami tidak mempedulikan keadaan sekitar (namanya saja ujian), kecuali teman semeja, tentunya :">. The last but not least, MB. Walau sebelumnya tidak saling kenal, sejak kelas tiga kami tergabung dalam satu tim TA. Hingga kini, beberapa dari mereka masih sering aku hubungi bila sempat, kecuali IN O:-)

Dengan masyarakat sekitar, hanya beberapa saja yang aku kenal. Misalnya saja Bapak dan Ibu kos yang rumahnya pernah saya tinggali. Mungkin seperti beberapa remaja laki-laki lain, aku sering berlaku semaunya, sakkarepe dewe, sehingga kos di mana pun sering diomeli induk semang. Satu-dua kali insyaf, selebihnya kumat. Tak jarang kami beradu argumen, meski tentu saja aku yang akhirnya harus mengalah. Sekarang, aku sering merindukan omelan-omelan mereka, yang tak jarang hanya karena masalah sepele, misalnya bangun pagi. Di mess yang sekarang ini ga ada yang bangunin aku :((

Kini, hampir setahun aku meninggalkan Malang. Masih banyak kenangan yang bertumpuk dan ingin dituliskan, ditorehkan sebagai sejarah seorang Seno. Mungkin lain kali.

Tiga Tahun Terindahku Takkan Terlupakan, Teman!!

Facebook Comments
Malang Membentang

One thought on “Malang Membentang

  • 16 July 2008 at 11.39 pm
    Permalink

    KR = s2in
    DK = iwed
    ML = ansuhk

    :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.