[...]Secara teknis, marga Tampubolon ber-ip 202.202.202.0/29 dan Suryo sendiri ber-ip 202.202.202.5. Pak Polisi semuanya menggunakan static-routing, kebetulan Pak Polisinya gaptek.[...]
[...]Untuk ke rumah Suryo Tampubolon di California-US, Roy Simanjuntak memiliki beberapa pilihan. Dia bisa lewat Australia, Singapura, HongKong, London, langsung ke San Diego-US, atau lainnya. Terserah. Kebetulan karena memang Roy termasuk kaya, dia memiliki sangat banyak pilihan. Rumahnya memiliki landasan pesawat dengan jet pribadi, jalan bawah tanah yang langsung terhubung ke jalur-cepat-bebas-hambatan, jalur kereta bawah tanah dengan shinkansen-nya, transporter satelit, pokoknya lengkap (kaya jee…). Semuanya milik pribadi, alias dedicated line, tak lagi fakir bandwidth dalam gang sempit dan jalan berbatu.[...]
Ini posting mengenai VSAT (lagi-lagi). Saya sering diprotes, kenapa postingnya berat-berat. Ada juga yang tanya, kamu ini network engineer atau satellite engineer sih? Ah, bagi saya, siapapun boleh share ilmu apapun. Ilmu itu kan, sekecil apapun harus disebarluaskan .
Kata orang-orang tua, orang itu susah meninggal karena dosanya kebanyakan. Oh iya, dia banyak jasanya yah? Tapi kan ada peribahasa, gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga. Nah, itu kan kalau nilanya hanya setitik, lha ini lebih banyak nila daripada susunya. Oke, katakanlah jumlah nilanya seimbang dengan volume susunya, toh hasilnya juga sama-sama rusak.
[...]Sebagian besar cewek yang saya kenal dengan baik, berawal karena faktor classmate. Sebagai contoh, sebut saja namanya Bunga. Ah jangan, nanti malah mirip artikel koran. This is a blog, OK. Jadi, sebut saja inisialnya KR, DK, ML, F, IN, MB, dan [...] Misalnya saja, D-On saat kelas satu, Merah Delima saat kelas dua, dan terakhir ETNIES saat kelas tiga. Jika diperhatikan, setidaknya aku pindah komunitas sekali dalam setahun dan berhubungan dengan [...] sehingga kos di mana pun sering diomeli induk semang. Satu-dua kali insyaf, selebihnya kumat. Tak jarang kami beradu argumen, meski tentu saja aku yang akhirnya [...]
[...]paling senang mendengarkan detil-detil suara yang sering maupun kadang-kadang terdengar dari sisi kanan atau kiri, bukan keduanya. Itu lho, suara-suara tambahan yang biasanya dibuat untuk membentuk suasana dan sering mengaduk-aduk perasaan (bagi saya) [...]
#Usahakan dalam lingkungan sunyi
#Matikan lampu (serius)
#Pejamkan mata, kosongkan pikiran[...]
Aku kadang-kadang merenung (ternyata bisa), mengingat masa lalu, masa kecil di kampung halaman. Walau bagaimanapun, masa lalu -terutama masa kecil- itu indah. Akan selalu indah, sepedih apapun, sesuram apapun. Kenapa? Karena dari masa lalu kita bisa bercermin, sudah lebih baikkah kita kini? Atau sedang mengalami degradasi?