Untuk kesekian kalinya, ini posting basbang. Kritik dan saran apapun akan saya terima, kecuali : “Postingmu kok basbang melulu”.

OK, kali ini aku ingin cerita tentang novel yang baru kubaca. Judulnya “Ayat Ayat Cinta”. Ya, ya, aku memang terlambat. Novel ini terbitnya sudah hampir setahun yang lalu, tapi aku baru membacanya. Saat melihatnya memang sepertinya novel itu berisi nasehat-nasehat, fatwa-fatwa ulama, dan lain-lain. Dari dulu aku memang kurang suka “bacaan berat”. Why? Sorry, no reason.


Awalnya, pada suatu hari yang cerah dengan sedikit badai yang merubuhkan beberapa batang pohon tumbang, aku sedang blogwalking ke adiknya si Mas. Sempat baca satu posting di sana. Sesampainya di rumah, eh dilalah aku melihat novel itu tergeletak begitu saja di tempat penyimpanan buku milik salah satu penghuni rumah.

Acara membaca di mulai :

Kisah diawali dengan penggambaran suasana Mesir saat puncak musim panas. Penggambarannya sangatlah jelas, terdeskripsi dengan begitu tepat dan sangat terperinci, namun tidak menjemukan. Semua setting digambarkan dengan sempurna, selanjutnya bergantung sepenuhnya pada imaginasi tiap pembaca. Aku bisa membayangkan dengan jelas bagaimana kamar Fahri yang penuh dengan buku-buku tebal dan posisinya di bawah kamar mandi dan kamar tidur Maria, flat Fahri dan Aisha yang berada di Zamalek,delta Sungai Nil. Semua kisah-kisah yang diceritakan bagai mengalir begitu saja, namun deras dan sangat bermakna. Alur ceritanya membuat kita seakan-akan hidup di dalamnya dan mengalami kejadian-kejadian yang luar biasa di sana.
Penulis bisa membawakan suasana sedih, haru, senang, kalut, dan pilu dengan sempurna.

Siapapun yang membacanya akan merasakan suka duka seorang Fahri, betapa kagumnya saat pertama kali melihat wajah Aisha, betapa bahagianya menikmati malam zafaf (semoga tidak salah tulis :D ) yang suci, betapa kerinduan akan ibunya yang teramat besar, betapa bingungnya Fahri karena mengetahui betapa Nurul sangat mencintainya di saat-saat terakhir sebelum dia melaksanakan akad nikah dengan Aisha, betapa pilunya difitnah dengan kejam oleh Noura, betapa harunya membaca buku harian Maria yang tergolek lemah tak berdaya, dan merasakan betapa kuat kasih sayang-Nya kepada orang-orang beriman. Kita pun dibawa penulis untuk merasakan bagaimana perasaan seorang Maria ketika mengigau, lalu bangun dan dengan kalut menceritakan mimpinya mengenai surga, pintu-pintu surga, dan Maryam.

Hanya dengan membaca surat cinta Nurul, kita bisa merasakan bagaimana perasaan cintanya yang begitu besar pada Fahri, bahkan hampir dibutakan karenanya. Juga surat-surat Fahri untuk Noura dan Nurul yang sangat bijaksana, begitu melukiskan semua perasaan serta rasa cintanya pada Allah SWT. Aku sendiri bingung, bagaimana secarik surat saja bisa begitu menggambarkan perasaan seseorang. Subhanallah

Aku salut dengan pengorbanan seorang Aisha. Demi menyelamatkan nyawa banyak orang, dia rela dimadu, rela suaminya berpoligami, bahkan Aisha-lah yang mendorong Fahri untuk poligami, dengan seorang Kristen Koptik walaupun dengan amat sangat terpaksa. Pengorbanannya juga tidak sia-sia, akhirnya nyawa Maria dan suaminya selamat, buah hatinya tidak akan lahir tanpa ayah, serta dia tidak akan secepat itu menjanda. Sungguh, sulit mencari seorang istri yang begitu sabar, tawakkal, dan bijaksana seperti itu. Baginya, suami adalah Imam. Semua uang yang dimilikinya dari keuntungan di 3 perusahaan, diberikan kepada Fahri, suaminya, untuk dikelola. Tidak salah Fahri memilihnya sebagai pendamping hidup.

Sungguh merupakan pengalaman yang menarik dan mengesankan. Aku bahkan masih mengingat dengan jelas isi ceritanya, suasana setiap setting, keindahan tutur katanya, kecantikan Aisha (aku sangat yakin, dia cantik sekali), ketabahan Nurul, sakit Noura, serta betapa kayanya keluarga besar Faroughi (semoga tidak salah ketik) walaupun sudah membacanya beberapa hari yang lalu.

Ini bukan novel kebanyakan, bukan pula kisah cinta buta yang sarat akan dusta. Ayat-Ayat Cinta dapat membuka hati Anda, mengenai kebesaran Allah, karunia Allah yang sangat besar, serta rahmat-Nya yang tak terhingga, begitu universal. Inilah cinta yang Islami, yang penuh kesucian dan sakral.

Akhir kata, posting saya yang satu ini jangan ditanggapi terlalu serius. Anggap saja ini hanyalah ungkapan hati seorang anak kecil™ yang terkaget-kaget setelah membaca novel fenomenal yang begitu luar biasa. Pokoknya kamu juga harus baca!!

PS : INI BUKAN RESENSI [-x Oh iya, trim’s buat Mas Imponk atas screenshoot-nya

Facebook Comments
Ayat Ayat Cinta

80 thoughts on “Ayat Ayat Cinta

  • 27 March 2007 at 1.23 pm
    Permalink

    juosss banget tuh novel, saluutt buat kang Abik,. tapi menurutku tuh novel seharusnya bisa lebih dikembangin, kurasa banyak yang terkesan dipepet2in, so sebenere bisa jauh lebih…
    sori lho kang Abik, biasa sekedar ngritik aja. buat Seno, coment terakhir kok desember ya.. kemane aje, suwun

  • 27 March 2007 at 2.19 pm
    Permalink

    Ayat-ayat cinta?? Aku seneng dengan cerita itu, tapi yang buat aku gak senengnya aku lom baca novelnya kalieeeeeeee!!!

  • 27 March 2007 at 3.41 pm
    Permalink

    Subhanallah….
    syafakallah syifaaan ajilan,syifaaan la yughadir ba’dahu saqoman…kata2 yg sering kukutip…kalo ada teman yg sakit.

  • 1 May 2007 at 9.45 pm
    Permalink

    ya allah…..
    tu novel emang bgs. salut buat kang abik. Qey…:-)

  • 10 May 2007 at 7.29 pm
    Permalink

    gila…. keRen banget… g sAbaR bwt nunggu film nya…. Romantis bangetz…..

  • 25 May 2007 at 12.49 am
    Permalink

    gpp, saya malah baru aja selesai baca
    heran, setiap yang posting ttg AAC, komen-nya selalu banyak

  • 28 May 2007 at 11.50 pm
    Permalink

    ya ya! ayat2 cinta emang keren bgd. even g sk bgd bc, g jg emang kurang sk bacaan berat. sometimes makes me alittle bit stupid. ya..ya trsh d orang mo blg ap! just dont care! tp stlh g bc ayat2 cinta. i could find something dr buku itu. i dont know what, why or when. cm g yg tw.. ik vind dat het heel interessant is. jullie moeten naar ayat2 cinta lezen. trust me!

  • 14 June 2007 at 10.32 am
    Permalink

    huh…aQ juga dah baca ney novel,,, sumpah nyentuh banget ney novel, baru kali ini aq baca novel yang nyentuh banget
    bener2 nyentuh banget, apalagi waktu sey Aisha merelakan fahri untuk menikahi Maria…
    dan yang ga di sangka2 waktu sey noura memfitnah fahri, padahal kan fahri yang menolongnya.
    bener2 fahri di berikan cobaan yang berat banget…

    oh ya katanya nanti mau dibikin film’a ya? duh kalo misalnya iya aq ga sabar buat nonton film’a…
    oce de sukses ya yang buat novel ini…
    sumpah keren banget….

  • 15 June 2007 at 1.33 pm
    Permalink

    wah..gw dah bc dr dua thn yang lalu minjem punyanya anak SKI(seksi kerohanian islam) di skul gw…hohohoho..
    semoga gw dpt suami kyk Fahri n puya sft kyk aisha tp ttp g’rela dipoligami.huhahaha..
    palagi yang meranin lyr lbr jg aktor pujaan….fediiiii…!!pokonya kudu nonton

  • 25 June 2007 at 11.24 am
    Permalink

    Assalammu’alaikum.wr.wb.

    Subhanallah, subhanallah dan subhanallah…

    Novel ‘ayat-ayat cinta’ memang novel pembangun jiwa. Novel ini bukan hanya novel agama. Tapi juga novel politik, budaya dan lain-lain. Buat Kang Abik, mudah-mudahan sukses selalu dalam berkarya.

    Syukron.
    Wass.

  • 19 December 2007 at 10.51 am
    Permalink

    SamlekoM…
    Masya Allah…
    ceritanya bagus banget..nyentuh banget gt…
    keren deh…ak gak sabar pengen nonton filmnya…Kapan tayangnya neh..????
    mudah mudahan filmnya gak jauh beda ama yg di Novel…
    Wa alaikum salam…

  • 4 January 2008 at 12.16 pm
    Permalink

    ditunggu-tunggu kok g muncul juga c movienya… kapan tayang..? dah g sabar ne…
    cepetan d tayangin y…
    salam buat fahri fersi movienya…

  • 6 January 2008 at 3.20 pm
    Permalink

    hmm…posting’a ckp jelas bgt,,
    thnx ya mas,jd poetri ga prlu cpk2 cari bku’a..
    he..he..
    nti klo da bku baru lg,cpt2 dsi posting ya,, ^_^

  • 17 January 2008 at 1.38 pm
    Permalink

    kapan sieh tu film bakal nongol…………w kan pengen liat my fedi nuril alias fahri nye,,,,,,,,,,,,salam ya bwat k’ fedi yang paling gwantenghz se indonesia

  • 30 January 2008 at 9.13 pm
    Permalink

    ternyata cuma cerita ya kirain beneran kisah nyata :( . Sungguh bodoh aku tak tahu dari awal.

  • 1 February 2008 at 9.28 am
    Permalink

    Subhanallah,,,karya yang sungguh menarik n ide yang sangat cemerlang!!!! Novel ini benar-benar bisa menginspirasi kita tuk bisa dapatkan sosok pendamping sesempuRna Fahri. Dimanakah aku bisa menemukan sosok Fahri,,,,??????
    Tolong banget agar sering-sering dipublikasikan di TV tentang penayangan layar lebarnya.Biar gak bikin penasaran tyus……..

  • 20 February 2008 at 10.21 am
    Permalink

    aduh lama banget ci..! filmnya kapan diputer????
    arek-arek SURABAYA udah pada ngantri buat NOMAT rame-rame
    kita harap filmnya g’ ngecewain.

  • 28 February 2008 at 4.08 pm
    Permalink

    Assalammualaikum Wr.Wb
    Saya sudah baca novel ini, ternyata novelnya nyentuh banget sape ke hati sampe2 pengen nagis. terus cerita ada kandungan agama dan bahasa arabnya. Pokoknya novel ini bagus banget dari yang lainnya. TOP BANGET BUAT ANAK MUSLIM.

  • 28 February 2008 at 4.16 pm
    Permalink

    Assalammualaikum Wr.Wb
    Saya sudah baca novel ini, ternyata novelnya nyentuh banget sape ke hati sampe2 pengen nagis. terus cerita ada kandungan agama dan bahasa arabnya. Pokoknya novel ini bagus banget dari yang lainnya. TOP BANGET BUAT ANAK MUSLIM.

    wassalammualaikum wr.wb.

  • 4 March 2008 at 10.47 am
    Permalink

    assalamualaikum
    nama saya palupi, saya seorang siswi man wlingi. saya sangat menyukai sekali cerita ayat2 cinta ini, dan setelah melihat film dr buku ini, saya lebih tahu tentang kita sbg muslimin hrs bersikap dgn orang yang non muslim & muhrim nya. dari dulu saya hanya membaca novel yang biasa. tapi kini anda telah melahirkan novel pembangun jiwa. saya harapkan untuk anda menulis tentang novel islamiyah. di daerah saya talah populer ayat2 cinta.

    saya tunggu ya cerita islamiyah dari anda

    wassalamualaikum

  • 8 March 2008 at 6.33 pm
    Permalink

    Novel dan cerita yang sangat estetik telah dihancurkan oleh film yang berjudul ayat-ayat cinta. Menurutku, seharusnya film ayat2 cinta diganti judulnya, dan cukup dituliskan bahwa cerita dalam film terinspirasi dari novel ayat2 cinta. Sangat menyesal telah menyaksikan film yang rupanya sudah dinanti2 banyak khalayak. terlepas dari semua itu, novel ayat2 cinta memang sangat mengagumkan untuk kaum moslem.

  • 14 March 2008 at 5.34 pm
    Permalink

    assalamualaikum,
    saya pancar,subhanallah…… sungguh cerita yang menggugah hati membangun jiwa,meningkatkan keimanan para remaja dunia. saya harapkan tidak hanya novel ini yang membangkitkan para remaja islam namun filmya juga.

  • 17 March 2008 at 8.38 pm
    Permalink

    Dari awal gue udah suka, emang banyak yang bilang novel dan film nya beda jauh banget but anyway salut buat perfilman indonesia and sutradara muda dengan karya karya yang bermutu. jadi fist choice kalau ada yang ngajak nonton bioskop, soale sejak 1997 gue udah jarang ke bioskop gitu lho….. and emang banyak kritikan -kritikan tapi yang pasti sangat membangun donk buat para sutaradara dan insan-insan film. hampir semua penonton pada merah matanya, nih film cukup menyentuh…. and ada cerita lucu juga… gue nyeletuk ke temen gue ” kenapa semua orang termasuk lue pada sedih habis nonoton nih film, gue rasa biasa aja tuh, gue kagak sedih… trus dia bilang… eh… gue sedih karena liat orang – orang pada nonoton ama pacarnya, sementara gue nonoton ame lue….

  • 7 April 2008 at 12.51 pm
    Permalink

    subhanallah,,
    ini novel paling kereen. dari mulai setting,penokohan,dan jalan cerita.
    pertama aku baca,hatiku gerimis,tersentuh,dan introspeksi diri.
    kedua kalinya aku baca, aku terinspirasi menjadi sosok Fahri(walaupun tak akan sesempurna Fahri,tapi minimal mendekati)…
    benar-benar novel karya anak negeri yang patut sibanggakan seluruh rakyat Indonesia.
    oia,gimana kalu novel ini ditranslate ke bahasa lain?misalnya arab dan inggris. supaya bisa Go Internasional….
    semoga Kang Abik membaca ini………

  • 12 April 2008 at 1.41 pm
    Permalink

    Congratulation bwt kang Abik, sukses besar y atas novel n film layar lebarnya AAC (Ayat-ayat cinta), kami doakan smoga film layar lebarnya ketika cinta bertasbih yang akn drilis sukses besar……………….. Amin. Tisam y bwt sluruh keluarga besar pesantren BASMALLAH…………

  • 23 May 2008 at 3.29 pm
    Permalink

    Kenapa yang jadi fahrinya fedi kayaknya kurang cocok deh kenapa bukannya Tommy Kurniawan aja,oy saya berharap agar di Film Ketika Cinta Bertasbih Tommy Kurniawan aja pemeran utamanya dan Rianti Cartwhrigth,aku tunggu ya Filmnya….

  • 29 June 2008 at 8.11 pm
    Permalink

    Ini Novel sungguh luar biasa asal lu semua tau ini novel yang buat aku senang membaca dan alhamdulillah aku udah bertemu dengan pengarangnya dan sempet foto bareng. Kang Abik makasih yach atas novelnya semoga novel ini mewnjadi amal jariyah kelak di akhirat. Amin………

  • 7 April 2009 at 11.54 pm
    Permalink

    aku penasaran kelanjutan si fahri d indonesia ketemu ama ibunya dan itu novel bgs buat dakwah .aku yakin ini kisah nyata.tolong sambung novelnya.dan perbyk hadist dan ayat2nya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *