DVB Disaster
Halo, ketemu lagi dengan saya, setelah sekian lama kita tak jumpo……..
Hari ini kita akan belajar tentang DVB dan seluk-beluknya. Seharusnya ini akan jadi posting yang menjemukan bagi sebagian besar orang, karena itu saya ucapkan terima kasih bagi yang bersedia membaca lengkap dari awal sampe akhir ![]()
Sore ini saya dengan-amat-sangat-sukses berhasil men-down-kan link backbone salah satu NAP ternama di ibukota. Ngga tanggung-tanggung, tiga kali backbone internasional kami down dalam sekitar 15-20 menit. Waktu itu saya ndak habis pikir, kenapa hal ini bisa terjadi?
Setelah melalui investigasi yang mendalam, akhirnya terkuaklah penyebabnya. Aku salah masukin mac-address di DVB!!! Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena eh karena, aku salah lihat config permanent mac-address dan assigned mac-address. Oh, such a big stupidity, it make me so shy to meet my NOC-mates at the day ![]()
OK, untuk mencegah kesalahan berikutnya, harus kita catat baik¬? di blog yang indah ini.
Pertama¬?, kita persiapkan parameter¬? yang diperlukan :
- frequency (dalam MHz atau GHz)
- symbol rate / baud rate (dalam Ksps atau Msps)
- modulation
- FEC
- data rate
- polarization
- PID
- assigned mac-address
- IP address
- default gateway
Selajutnya tinggal kita masukkan semua parameter tersebut ke DVB. Cara meng-config DVB berbeda tergantung pada merk dan jenis DVB, ada yang via web (ipricot, broadlogic), via konsole (broadlogic, pentaval), maupun langsung pada hardwarenya (ipricot yang ada LCD dan tombol¬? config). Selain frequency, semua parameter tinggal dimasukin gitu aja ke DVB. Khusus frequency, kita harus menghitung terlebih dahulu karena setiap DVB berbeda, ada yang pakai l-band maupun c-band. Akan kita bahas metode penghitungannya.
Penghitungan Frequency untuk Downstream
Awalnya, kita diberikan satu parameter pita rf frequency untuk digunakan, misalnya 6032,58MHz
- untuk mendapatkan frequency c-band
6032,58MHz – 2225MHz = 3807,58MHz - untuk mendapatkan frequency l-band
5150MHz – 3807,58MHz = 1342.42MHz
Inga’……inga’……jangan sampe salah lagi.
PS: Penghitungan frequency upstream akan kita bahas di lain waktu.
saya memang jemu..
wong ra’ngerti blas..
Masih bingung? Sebenernya saya bingung juga mo jelasin kaya gimana lagi
Bagi yang tertarik dengan materi ini, bisa japri aja
Mungkin Demikian Sharing aja dari saya.