Entah bagaimana “dia” bermula, yang jelas gate-gate ini sedang naik pamor di kalangan NOC’ers maupun Ciawi’ers. Dari sinilah selanjutnya muncul istilah “Three Musketeers” dan “Miduo”. Apa pula itu hubungannya? Kita ikuti reportasenya secara lengkap berikut ini.

Istilah-istilah tersebut mulai “booming” tanggal 15 Desember ato kira-kira 3 hari yang lalu. Hingga saat-saat terakhir berita ini masuk redaksi, tidak ada satu informasi pun yang mengarah pada “Siapa pencetus di balik ini semua?”. Yah, walau dapat dikatakan sebagai rahasia umum, hingga saat ini tidak/belum diketahui secara pasti siapa pencetusnya. Atau paling tidak, saya belum tahu…hehehe.

Begini saya, berhubung saya secara pribadi memiliki “static route” dengan salah satu gate, maka -meski tidak relevan- mari kita mulai dari situ. Cerita berawal pada suatu sore. Hari itu rencananya saya akan menandatangani perjanjian kerja dan diangkat sebagai pegawai permanen di sebuah perusahaan. Namun karena satu dan lain hal, event ditunda beberapa hari. Kebetulan beberapa menit sebelumnya -alur flashback gitu loh-, sempet dapet notifikasi dari temen via y!m, bahwa ada lowongan di divisi IP-MPLS sebuah perusahaan. Saya acuhkan saya, karena memang saya rasa sudah saatnya bagi saya untuk menentukan sikap :-P

Beberapa menit kemudian, datang seorang anggota “Three Musketeers” dengan inisial DP. Hari itu tidak seharusnya DP masuk kerja, namun datang ke kantor pun 68% tidak masalah. Oh iya, -sampe lupa- Three Muskeeters adalah “sebutan tak resmi”, menyatakan jumlah NOc yang tersisa di divisi kami, yaitu DP, saya sendiri, dan seorang lagi dengan inisial SjS. Kembali ke masalah. Beberapa saat kemudian -beberapa jam tepatnya- setelah para karyawan pulang dan dalam kantor tersisa 2 orang -saya & DP-, mulailah terkuak alasan sebenarnya mengapa hari itu mBeliau datang ke kantor.

Secara eksplisit DP mengutarakan bahwa “besok dia akan tes wawancara di salah satu perusahaan telekomunikasi“. Tak ada angin, tak ada hujan, tapi kenapa ada petir??? Dalam suasana kalut akhirnya tanpa sengaja saya mengirimkan CV saya ke perusahaan itu!! Oh, bagaimana ini…nasi telah menjadi bubur. Sempat saya jelaskan mengenai “ketidaksengajaan” ini kepada DP, namun Beliau masih khusyuk mempelajari materi-materi wawancara esok hari, tanpa mempedulikan saya yang kebingungan.

Esoknya, semua berlangsung seperti hari-hari sebelumnya, biasa gitu lohh. Tidak diketahui dengan pasti apakah DP melancarkan aksinya dengan sukses. Patut dicatat di sini bahwa DP semalaman mempelajari materi wawancara. Tapi sungguh, saya tidak “menuduh” DP ke Pancoran. Namun bisa dikatakan, inilah awal dari “Pancoran-Gate”.

Sore di hari yang sama, ada “unsolicited calling” di hape saya. Setelah ucapkan password, semakin nyatalah efek “nasi jadi bubur” sehari sebelumnya. Dengan kata lain, terdengar kata “Bapak harap besok ke Anu untuk psikotest“. Hahh?? Petir itu serasa kembali menyambar. Bisa digambarkan sebagai bubur yang bentuknya semakin aneh karena kebanyakan air. Dengan langkah putus asa, saya pun beranjak pulang.

Dalam 1 malam saya berhasil mengumpulkan informasi dengan bantuan peta. Esoknya, semua terjadi sesuai rencana, -paling tidak- hingga tes berakhir. Tes berikutnya, saya harus berhasil pulang ke rumah. Rutenya sbb: Jl. Arjuna – MTA – S. Parman – Terminal Grogol – Blok M. Yang terjadi tidaklah demikian, namun Jl. Arjuna – MTA – S. Parman – Kemanggisan – Arjuna – Tanjung Duren – Kemanggisan – Citraland – KemanggisanS. Parman – Terminal Grogol/Trisakti – somewhere – Terminal Grogol/TrisaktiCitraland – Blok M. Owh…

Saat pulang, merebak isu “Pusri-Gate”. Bahkan hingga isu “Three Musketeers” akan berganti nama jadi “Miduo”. Maksudnya sih dari 3 orang jadi 2 orang, tapi kenapa Miduo? Saat itu pula -saya- mendengar isu Menteng-Gate. Nah, apa pula itu Bah? Ternjata…SjS sudah punya rencana “gate” yang lebih brilian, lebih duluan, dan lebih misterius. Satu lagi, lebih ada kepastian. Paling tidak itulah yang saya tangkap. Owh…

Sampai saat berita ini ditulis, masih belum ada kepastian mengenai kelanjutan triple-gate ini.

Keterangan : Isu output di divisi NOC kami merupakan isu sensitif jang sangat serius. Kehilangan salah satu personel “bisa jadi” mimpi buruk bagi anggota yang lain. :D
Disclaimer : Reportase diambil tanpa crosscheck, sehingga 68% tidak menggambarkan kondisi sebenarnja (redaksi).

Facebook Comments
Menteng-Gate, Pancoran-Gate, dan Pusri-Gate

One thought on “Menteng-Gate, Pancoran-Gate, dan Pusri-Gate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.