• Segala yang memabukkan dikategorikan khamer.
  • Minuman dengan 1% ethanol adalah khamer dan najis.
  • Minuman <>
  • Minuman yang telah menjadi khamer dengan alkohol di atas 5% kemudian didestilasi hingga kadar 0% sekalipun, statusnya tetap haram karena pernah menjadi khamer.
  • Kandungan ethanol pada obat batuk sebenarnya berfungsi sebagai pelarut bahan-bahan aktif.
  • Alkohol diperbolehkan sebagai pelarut asal bukan dari fermentasi khamer.
  • Dalam kasus obat batuk beralkohol biasanya masih ada residu ethanol yang cukup tinggi. Sebaiknya dihindari saja, karena ada obat batuk yang tidak mengandung alkohol.
  • Tape bukan termasuk kategori minuman, tapi makanan yang halal. Namun air tape yang telah dipisahkan menjadi minuman sendiri yang bisa memabukkan termasuk kategori khamer.
  • Penggunaan sejenis minuman keras untuk bika ambon/kue lain hukumnya tetap haram, meskipun pada proses pemanggangan alkohol dalam tuak menguap.
  • Ang ciu yang sedikit dan mengalami proses pemanggangan tidak akan menghilangkan sifat arak/khamernya, tetap berstatus haram.
  • Rum untuk pembuatan kue adalah jenis minuman keras dengan kadar alkohol di atas 10% termasuk khamer, tetap haram meskipun dengan proses pemanggangan.
  • Rum bisa disintesa dengan “rum essence”, namun sebaiknya dihindari karena membiasakan diri pada citrarasa dan aroma khamer bisa membuat akrab dengan hal-hal tersebut.

Dikutip dari informasi LPPOM-MUI, dengan perubahan minor tanpa mengubah maksud sebenarnya

Facebook Comments Box
Khamer – Apa dan Bagaimana

One thought on “Khamer – Apa dan Bagaimana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.